Publikbicara.com – Sebanyak 2.361 pesilat dari 15 provinsi dan 161 kontingen ambil bagian dalam Kejuaraan Tegar Beriman Championship yang berlangsung di Gedung Laga Satria, Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (1/10/2026).
Kejuaraan tersebut menjadi ajang bagi para pesilat untuk menguji kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalani. Selain mengejar prestasi, kompetisi ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan mental bertanding dan regenerasi atlet pencak silat.
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Indra Wardhana, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang munculnya atlet-atlet muda potensial.
“Kami dari Pengurus Besar IPSI mengapresiasi seluruh kejuaraan pencak silat. Melalui berbagai kejuaraan, pencak silat terus dipromosikan dan semakin dikenal masyarakat,” ujar Indra.
Ia mengatakan, kompetisi juga menjadi sarana penting untuk membangun pengalaman dan mental para atlet. Peserta diharapkan mampu menjadikan pertandingan sebagai pembuktian atas proses latihan yang selama ini dilakukan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan muncul bibit-bibit baru atlet yang mampu mengharumkan nama pencak silat dan nama bangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Tegar Beriman Championship, Yan Purnama, mengungkapkan jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan berada di luar perkiraan panitia.
“Secara keseluruhan, kami tidak memprediksi ternyata mendapatkan 2.361 peserta dari 15 provinsi dan 161 kontingen,” ujar Yan.
Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Para peserta juga dapat menggunakan pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan setelah menjalani latihan.
“Harapannya mereka bisa menjaga sportivitas dan juga bisa menjadi bahan evaluasi latihan. Mungkin selama ini mereka tiga bulan, empat bulan berlatih, dan inilah event mereka selanjutnya,” katanya.
Salah satu perguruan yang berpartisipasi, Karuhun Padjadjaran Cimande Sahbandar, turut membawa sejumlah peserta untuk berlaga. Pembina perguruan, Darren Fauzan Widianto, menyambut positif kejuaraan yang mempertemukan pesilat dari berbagai daerah tersebut.
“Perasaan saya sangat senang, karena event ini lumayan besar. Banyak juga atlet-atlet dari luar yang ikut bergabung. Kami dari Karuhun Padjadjaran Cimande juga ikut bergabung untuk meramaikan event ini,” ujar Darren.
Ia menilai kompetisi pencak silat dapat menjadi sarana menanamkan budaya berprestasi kepada anak sejak usia dini. Menurutnya, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki jalur pembinaan prestasi.
“Motivasi saya, anak murid itu harus berprestasi. Dari usia dini harus kita ajarkan untuk berprestasi. Walaupun ada di pencak silat ini, bukan cuma bela diri saja, tapi ada jenjang prestasinya,” katanya.
Antusiasme juga dirasakan para peserta. Sherly dari Perguruan Bina Satria mengaku sempat tegang ketika pertama kali masuk pertandingan. Namun, rasa gugup tersebut berangsur hilang setelah pertandingan dimulai.
“Awalnya tegang, tapi pas sudah masuk biasa saja. Senang,” ujar Sherly.
Dalam kejuaraan tersebut, Sherly berhasil meraih juara kedua. Ia menyebut keikutsertaannya sebagai bagian dari upaya meraih prestasi dan memberikan kebanggaan bagi sekolah serta orang tuanya.
Kejuaraan Tegar Beriman Championship dengan jumlah peserta mencapai ribuan pesilat menunjukkan tingginya partisipasi dalam pembinaan pencak silat. Kehadiran kontingen dari 15 provinsi sekaligus menjadikan Kabupaten Bogor sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kompetisi pencak silat dengan skala peserta yang besar.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













