Beranda Daerah Pemkab Bogor Tata Bomang Secara Terpadu, Setiap Area Punya Peruntukan

Pemkab Bogor Tata Bomang Secara Terpadu, Setiap Area Punya Peruntukan

Publikbicara.com – Penataan kawasan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), Kabupaten Bogor, terus dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membagi kawasan tersebut ke dalam sekitar 20 area dengan fungsi berbeda sesuai kebutuhan perangkat daerah.

Koordinator Ketahanan Pangan Bomang Kapten Inf. Wawan mengatakan, pembagian area dilakukan agar pemanfaatan lahan dapat disesuaikan dengan fungsi masing-masing perangkat daerah.

“Jadi semuanya ada area 20. Area 1 dimulai dari lampu merah Jampang dan berakhir di Area 20 setelah rel,” kata Wawan, Senin (28/9).

Menurutnya, tidak seluruh area dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Area 20, misalnya, berada terlalu dekat dengan kawasan hutan kota sehingga direncanakan menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Sementara sektor pertanian dan perkebunan mendapat porsi cukup besar yang akan dikelola Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun).

“Untuk dinas-dinas lain, mereka menempati porsi lahan masing-masing sesuai kapasitas dan kebutuhan. Untuk pertanian memang fokusnya Distanhorbun,” ujarnya.

Sejumlah perangkat daerah lainnya juga mulai menempati dan menyiapkan area sesuai tugasnya. Dinas Perikanan telah menyiapkan fasilitas bioflok, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat area yang telah diratakan untuk kemudian ditata sesuai kebutuhan.

Penataan juga menyentuh sektor transportasi. Dinas Perhubungan mulai melakukan pengaturan dengan memasang rambu-rambu di sejumlah perempatan kawasan Bomang.

Di sisi lain, lahan untuk pengembangan ekowisata juga telah dibuka dan tinggal memasuki tahapan penataan lebih lanjut berdasarkan konsep yang telah disiapkan.

Untuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), penataan diarahkan pada Area 5 dan Area 6. Area 5 telah diratakan dan dikupas menggunakan alat berat. Sedangkan Area 6 masih terdapat lahan CSR yang dimanfaatkan sebagai lokasi karantina tanaman hasil relokasi.

Wawan mengatakan, pengerjaan sejumlah area turut didukung alat berat. Saat ini terdapat tiga unit ekskavator dan tambahan satu unit traktor yang digunakan untuk membantu proses penataan.

READ  Camat Nanggung Apresiasi Kebijakan Pemkab Bogor Kembali Prioritaskan Dua Proyek Strategis

Dari seluruh area, Area 3 menjadi salah satu bagian yang masih membutuhkan pekerjaan cukup berat. Panjang kawasan yang harus ditangani mencapai sekitar 1,3 kilometer.

“Sekarang ada tambahan lagi traktor. Mereka sudah mengerjakan di area sana. Area yang paling berat dan belum tuntas adalah Area 3 karena panjangnya sekitar 1,3 kilometer,” ungkapnya.

Meski demikian, penataan Bomang tidak dilakukan dengan meratakan seluruh lahan. Kondisi kontur tanah tetap diperhatikan untuk menjaga kestabilan kawasan, termasuk bagian yang berfungsi sebagai penahan jalan dan tebing.

“Kalau seluruhnya diratakan, otomatis akan berpengaruh terhadap kontur jalan. Maka dibiarkan mengikuti posisi tanah sebagai penahan jalan dan tebing,” jelas Wawan.

Ia menambahkan, pembagian kawasan menjadi 20 area merupakan bagian dari penataan Bomang secara bertahap. Masing-masing perangkat daerah diarahkan mengoptimalkan lahan sesuai fungsi, kapasitas, serta karakteristik area yang ditempatinya.

Dengan pola tersebut, pengembangan Bomang tidak hanya diarahkan pada satu sektor, tetapi mencakup pertanian, perikanan, lingkungan, transportasi, olahraga hingga ekowisata yang dikerjakan secara bertahap.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPerubahan APBD 2026 Jadi Momentum, Rudy Minta Anggaran Bogor Tepat Sasaran
Artikulli tjetërDanantara Dorong Transformasi Pelindo, Struktur Entitas Disederhanakan