Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima delegasi APEKSI Muda Kota Bogor dalam Mayors Talk bertajuk “Cerita Kota Cerita Kita” dengan tema Climate and Urban Resilience 2026 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Minggu (27/9/2026). Foto: Pemkot Bogor.
Publikbicara.com – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak generasi muda meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim dan membangun masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Dedie saat menjadi delegasi APEKSI Muda Kota Bogor dalam Mayors Talk bertajuk Cerita Kota Cerita Kita dengan tema Climate and Urban Resilience 2026 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Minggu (27/9/2026).
Menurut Dedie, kepedulian anak muda terhadap lingkungan semakin penting di tengah perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana terkait iklim.
Ia mendorong munculnya lebih banyak kelompok anak muda yang tidak hanya peduli, tetapi juga berani menginisiasi aksi nyata untuk memperbaiki kondisi lingkungan.
“Harus ada kelompok-kelompok muda yang peduli dan menginisiasi sebuah perbaikan lingkungan serta iklim dari hal-hal kecil. Kita harus berbuat dan berikhtiar sedikit untuk masa depan kita,” kata Dedie dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor.
Dedie mengatakan Pemerintah Kota Bogor saat ini juga memperkuat penanganan persoalan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 dan PSEL Kayumanis di Kecamatan Tanah Sareal.
Namun, keberadaan fasilitas pengolahan sampah tersebut, kata dia, tetap membutuhkan dukungan masyarakat sejak dari sumber sampah.
“Semoga ini menjadi langkah awal pemerintah untuk mengubah situasi dan kondisi yang menghadang, tetapi harus dibantu dalam mengelola sampah dari hulunya agar tidak semuanya masuk ke PSEL,” ujarnya.
Ia menilai kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana yang dapat membantu proses pengelolaan sampah sekaligus menjaga lingkungan.
Dedie menegaskan, persoalan lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Perubahan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda.
“Ini tugas semua, semua harus memiliki kesadaran diri. Harus ada perubahan sikap dan perilaku,” tegasnya.
Ia pun meminta anak muda mengambil peran sebagai agen perubahan dengan mengembangkan kemampuan untuk menjaga dan mengelola lingkungan secara bersama-sama.
Salah satu aksi sederhana yang didorong Dedie adalah menanam pohon dan merawatnya hingga tumbuh serta menghasilkan buah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus tanggung jawab sosial generasi muda.
“Karena ke depan kalian akan jadi pemimpin,” ucapnya.
Selain isu lingkungan, Dedie juga mengingatkan generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pengetahuan, membangun reputasi yang baik, serta menjaga optimisme.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













