PSSI terus memperkuat fondasi pembangunan sepak bola Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama FIFA. Foto: PSSI.
Publikbicara.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus memperkuat pembangunan sepak bola nasional melalui kemitraan strategis dengan FIFA. Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga merambah pembinaan usia dini, pengembangan talenta hingga penguatan sepak bola wanita.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan dukungan FIFA telah memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Erick, sejumlah program FIFA seperti FIFA Forward, Football for Schools dan FIFA Arena telah membantu memperluas akses sekaligus meningkatkan fondasi pembinaan sepak bola di Indonesia.
“Dalam beberapa tahun terakhir, program-program seperti FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena telah memberikan kontribusi yang berarti untuk memperkuat ekosistem sepak bola kita,” kata Erick, dikutip dari situs resmi FIFA, Jumat (4/9).
Salah satu proyek terbesar dalam kemitraan tersebut adalah pembangunan Pusat Pelatihan Nasional PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Proyek itu mendapat dukungan pendanaan sebesar 5,4 juta dolar AS melalui Program FIFA Forward, ditambah investasi dari pemerintah Indonesia. Pusat pelatihan tersebut dibangun di atas lahan seluas 34,52 hektare.
Kawasan itu dirancang menjadi pusat pengembangan sepak bola nasional. Selain menunjang persiapan tim nasional, fasilitas tersebut diproyeksikan mendukung berbagai program pembinaan dan pengembangan sepak bola Indonesia.
Sejumlah fasilitas disiapkan di kawasan tersebut, di antaranya stadion mini, kolam renang dan delapan lapangan sepak bola.
Keberadaan pusat pelatihan itu sekaligus menjadi tonggak baru bagi PSSI karena Indonesia memiliki pusat pelatihan nasional yang dibangun secara khusus untuk mendukung pembinaan sepak bola secara terintegrasi.
Pemanfaatan dukungan FIFA Forward juga membawa pengakuan bagi PSSI di tingkat internasional. Pada KTT Eksekutif Sepak Bola FIFA di Miami, Amerika Serikat, Juni 2025, PSSI menerima Penghargaan Emas FIFA Forward.
Erick mengatakan dukungan FIFA Forward tidak hanya membantu pembangunan fasilitas, tetapi juga memperkuat kapasitas operasional dan tata kelola PSSI.
“Melalui FIFA Forward, kami telah memperkuat kapasitas operasional dan tata kelola yang baik, sementara Proyek Khusus FIFA Forward telah memberikan Indonesia sesuatu yang belum pernah kami miliki sebelumnya: Pusat Pelatihan Nasional pertama kami,” ujarnya.
Di luar pembangunan infrastruktur, PSSI dan FIFA juga memperluas pembinaan sepak bola melalui program Football for Schools.
Program tersebut telah menjangkau anak-anak di 38 provinsi di Indonesia. Melalui lingkungan sekolah, sepak bola diperkenalkan kepada lebih banyak anak, termasuk mereka yang berada di daerah-daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas sepak bola.
Perluasan fasilitas juga dilakukan melalui FIFA Arena. Dua lapangan mini FIFA Arena dibuka di Jakarta pada Mei 2025 dan diperkirakan memberikan akses bermain sepak bola kepada sekitar 1.450 siswa di sekitar kawasan sekolah.
Menurut Erick, program tersebut menjadi bagian dari strategi PSSI untuk memperkuat jalur pembinaan sejak usia dini.
“FIFA Football for Schools telah membantu kami membawa sepak bola langsung ke anak-anak dan masyarakat, termasuk daerah terpencil, sementara Skema Pengembangan Bakat FIFA telah mendukung jalur pengembangan teknis kami secara berkelanjutan sejak tahun 2022,” kata Erick.
Pengembangan sepak bola wanita juga menjadi bagian dari kerja sama tersebut.
Melalui FIFA Women’s Football Development Programmes, PSSI menyusun dan meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita Indonesia pada 2024. PSSI kemudian terpilih sebagai salah satu dari tiga Asosiasi Anggota FIFA yang mengikuti Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ.
Erick menilai program tersebut turut membuka ruang pengembangan yang lebih besar bagi sepak bola wanita di Indonesia.
“Dengan Program Pengembangan Sepak Bola Wanita FIFA, PSSI mampu meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita kami pada tahun 2024,” ujarnya.
Penguatan sumber daya manusia juga dilakukan melalui FIFA Coach Education Scholarship. Program beasiswa tersebut membantu PSSI meningkatkan jumlah pelatih wanita berlisensi sekaligus memperkuat jalur pembinaan sepak bola wanita.
“Beasiswa Pendidikan Pelatih FIFA telah membantu kami memperluas jumlah pelatih wanita berlisensi dan memperkuat fondasi sepak bola wanita secara nasional,” kata Erick.
Kemitraan PSSI dan FIFA kini memasuki babak baru dengan kehadiran kantor FIFA di Jakarta.
Pada Juni lalu, FIFA dan PSSI menyepakati Perjanjian Negara Tuan Rumah yang menjadikan Jakarta sebagai pusat FIFA untuk kawasan yang mencakup 21 Asosiasi Anggota di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Kehadiran kantor tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem sepak bola kawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan negara-negara anggota lainnya.
Bagi PSSI, rangkaian kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola nasional yang tidak hanya bertumpu pada prestasi tim nasional, tetapi juga memiliki fondasi pembinaan yang kuat.
“Bagi PSSI, kemitraan kami dengan FIFA lebih dari sekadar infrastruktur atau program individual. Ini tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Erick.
Ia berharap hubungan tersebut dapat terus dikembangkan untuk mempercepat pertumbuhan sepak bola Indonesia.
“Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang kuat ini dengan FIFA dan semakin mempercepat pertumbuhan dan perkembangan olahraga kita,” tandasnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












