Beranda Daerah Usia Harapan Hidup Naik, Pemkab Bogor Perkuat Pemberdayaan Lansia

Usia Harapan Hidup Naik, Pemkab Bogor Perkuat Pemberdayaan Lansia

Publikbicara.com – Bertambahnya usia harapan hidup membawa tantangan baru bagi pemerintah daerah. Bukan hanya memastikan masyarakat dapat hidup lebih panjang, tetapi juga bagaimana masa lanjut usia dijalani dengan sehat, mandiri, aktif dan tetap memiliki peran di tengah keluarga maupun masyarakat.

Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor melalui penguatan program pemberdayaan lansia berbasis keluarga dan masyarakat.

Salah satu program yang dikembangkan yakni Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Wijayakusuma di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas. Program tersebut mendapat dukungan dan fasilitasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan sekolah lansia tidak dirancang semata sebagai tempat mendapatkan edukasi kesehatan. Lebih dari itu, sekolah tersebut menjadi ruang bagi warga lanjut usia untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan kemampuan dan mempertahankan produktivitas.

Menurut Sussy, kebutuhan terhadap program pemberdayaan lansia semakin penting seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bogor.

Angka harapan hidup di Kabupaten Bogor tercatat mencapai 74,47 tahun untuk laki-laki dan 74,90 tahun untuk perempuan.

“Lansia bukan hanya penerima pelayanan, tetapi juga memiliki potensi, pengalaman dan peran yang dapat terus diberikan kepada keluarga dan masyarakat,” kata Sussy.

Ia menilai Sekolah Lansia BKL Wijayakusuma dapat menjadi salah satu contoh bagaimana pemberdayaan kelompok lanjut usia dilakukan dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Melalui program tersebut, lansia tidak hanya diarahkan untuk menjaga kondisi fisik, tetapi juga didorong tetap memiliki kepercayaan diri, aktif bersosialisasi dan merasa dibutuhkan oleh lingkungan sekitarnya.

“Yang kita bangun bukan hanya lansia yang sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental, memiliki ruang untuk bersosialisasi, tetap percaya diri dan merasa bahwa dirinya masih memiliki peran,” ujarnya.

READ  WFH Jumat Resmi Berlaku di Bogor, ASN Diminta Tetap Produktif dan Disiplin

Materi dan aktivitas di Sekolah Lansia disesuaikan dengan kebutuhan warga senior. Kegiatannya mencakup edukasi pola hidup bersih dan sehat, olahraga ringan, pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan berkala serta upaya pencegahan penyakit.

Aspek kesehatan mental juga mendapat perhatian. Para lansia diberikan pembekalan mengenai pengelolaan stres, peningkatan rasa percaya diri, menghadapi kesepian hingga membangun pola pikir positif.

Di luar materi kesehatan, sekolah tersebut juga menjadi ruang pertemuan antarlansia. Diskusi kelompok, berbagi pengalaman, kegiatan keagamaan, rekreasi dan aktivitas bersama dilakukan untuk memperkuat hubungan sosial.

Penguatan kemandirian juga menjadi bagian dari program. Para lansia didorong mengembangkan keterampilan dan hobi, mengikuti aktivitas ekonomi produktif serta memanfaatkan pengalaman dan potensi yang masih mereka miliki.

Pendekatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi risiko kesepian, stres dan isolasi sosial yang dapat dialami kelompok lanjut usia.

Pemkab Bogor berharap keberadaan Sekolah Lansia BKL Wijayakusuma dapat memperluas ruang bagi lansia untuk menjalani masa tua secara sehat dan bermakna.

Di sisi lain, keluarga dan masyarakat juga didorong tidak sekadar melihat lansia sebagai kelompok yang membutuhkan perawatan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang masih memiliki pengalaman, kemampuan dan kontribusi.

Dengan demikian, peningkatan usia harapan hidup tidak berhenti pada bertambahnya usia masyarakat, tetapi diikuti peningkatan kualitas hidup hingga masa lanjut usia.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakGunung Sinabung Siaga, Polri Kerahkan 176 Personel dan Siapkan Jalur Evakuasi
Artikulli tjetërJasinga Dipilih Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Rudy: Infrastruktur Pendidikan Bogor Barat Masih Tertinggal