Pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu melangkah ke babak semifinal POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Foto: PBSI.
Publikbicara.com – Pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu melangkah ke babak semifinal POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Dejan/Apri harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dalam pertandingan perempat final yang berlangsung dalam tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-13.
Pertemuan sesama pemain Indonesia membuat pertandingan berlangsung ketat. Kedua pasangan sudah saling memahami karakter permainan masing-masing sehingga strategi menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.
“Alhamdulillah hari ini bisa menang, walaupun sayangnya ketemu teman sendiri jadi perwakilan Indonesianya sedikit di babak selanjutnya,” kata Dejan dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (30/8).
Menurut Dejan, pertandingan berlangsung dengan adu strategi karena masing-masing pasangan telah mengetahui kelebihan dan kekurangan lawan.
“Tadi memang benar-benar adu strategi, siapa yang siap mereka yang bisa ambil kemenangan,” ujarnya.
Dejan menyebut komunikasi dengan Apriyani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga permainan mereka. Keduanya saling menerima masukan selama pertandingan.
Ia menambahkan, kebersamaan selama sekitar lima pekan mulai menunjukkan perkembangan positif dalam permainan mereka.
“Selama lima minggu bersama, cukup banyak improve yang kami rasakan. Semoga ke depan kami bisa lebih baik lagi,” kata Dejan.
Menghadapi Bagas/Indah, Dejan/Apri juga berusaha meredam kekuatan utama lawan. Dejan menilai Bagas memiliki pukulan smash yang keras, sementara Indah memiliki kemampuan bermain di area depan yang baik.
“Secara permainan kami memang antisipasi terus kelebihan serangan mereka. Mas Bagas punya smash yang kencang dan Indah depannya sangat baik, jadi bagaimana meminimalisir mereka dapat serangan,” ujar Dejan.
Sementara itu, Apriyani mengatakan pengalaman dari pertandingan sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi gim penentuan. Ia dan Dejan berusaha menjaga fokus pada proses permainan, bukan terpaku pada perolehan angka.
“Belajar dari tadi malam saat bertemu Verrell/Bernadine, kami terus fokus ke permainan, bukan poinnya. Fokus satu demi satu,” kata Apriyani.
Menurut dia, komunikasi dan saling mengingatkan menjadi penting terutama ketika memasuki gim ketiga. Dejan/Apri berusaha menjaga ritme permainan agar tidak lepas hingga pertandingan berakhir.
“Terus saling mengingatkan agar ritmenya tidak lepas terutama di gim ketiga,” ujarnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow










