Beranda Daerah SMK Go Global Dimulai, Jabar Siapkan 1.280 Lulusan Masuk Bursa Kerja Internasional

SMK Go Global Dimulai, Jabar Siapkan 1.280 Lulusan Masuk Bursa Kerja Internasional

Kick Off Pembukaan Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Kota Bandung, Rabu (26/8/2026). Foto: Pemprov Jabar.

Publikbicara.com – Sebanyak 1.280 lulusan SMA, SMK, dan MA asal Jawa Barat lolos mengikuti Program SMK Go Global yang dirancang untuk memperkuat kompetensi generasi muda agar mampu menembus pasar kerja internasional.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses pelatihan sekaligus peluang kerja bagi lulusan sekolah menengah melalui kolaborasi pemerintah, kementerian, dan perguruan tinggi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, para peserta akan menjalani pelatihan di sejumlah lembaga vokasi dan perguruan tinggi di Jawa Barat.

Beberapa lembaga yang terlibat antara lain Balai Latihan Kerja Kabupaten Garut, Universitas Indonesia, Migran Center Universitas Teknologi Bandung (UTB), Migran Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, STIKES Budi Luhur, serta Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.

“Ini skema kolaborasi yang keren, di mana kementerian yang terkait dengan perguruan tinggi, pemerintah dan perguruan tinggi berkolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita ikut di bursa kerja global melalui program SMK Global,” kata Herman dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Kamis (27/8).

Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, mulai dari operasional produksi, manufaktur, bahasa Inggris, hingga keterampilan khusus lainnya.

Di UTB, misalnya, sebanyak 180 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk peserta asal Banjarnegara, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan teknis.

Mereka mendapatkan pembekalan bahasa Inggris, Korea, Jepang, operasional produksi, manufaktur, serta keperawatan sebagai persiapan menghadapi kebutuhan pekerjaan di negara tujuan.

Herman menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti sebatas pelaksanaan pelatihan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginginkan adanya hasil nyata berupa peningkatan kompetensi, penempatan kerja, hingga manfaat ekonomi bagi peserta.

READ  Pemkot Bogor dan Pemprov Jabar Sinkronkan Layanan Publik, dari Kesehatan hingga Transportasi

“Harapannya bukan hanya formalitas pelatihan dua bulan, kemudian SPJ, karena ini anggarannya APBN. Tapi harus jelas output, outcome, benefit, impact,” tegasnya.

Didorong Meluas ke Seluruh Perguruan Tinggi

Pemprov Jawa Barat juga berencana memperluas pola kolaborasi tersebut dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Herman mengatakan, jejaring perguruan tinggi swasta melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) akan diperkuat untuk membuka akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi generasi muda.

Kolaborasi itu ditargetkan menjangkau 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, hingga 5.927 desa/kelurahan di Jawa Barat.

“Kita akan kolaborasi dengan 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, 5.927 desa/kelurahan. Pokoknya kita akan kolaborasi dengan semua komponen, bahu membahu untuk memastikan Jabar 2029 itu tidak ada anak muda yang nganggur,” ujarnya.

Menurut Herman, akses menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing anak muda. Akses tersebut tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga mencakup permodalan dan penempatan kerja.

Ia berharap peserta yang nantinya bekerja di luar negeri dapat memanfaatkan penghasilan dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun membangun usaha ketika kembali ke Indonesia.

“Kalau di sana kariernya bagus, silakan. Kalau sudah punya tabungan, silakan kembali, jadi entrepreneur, jadi pengusaha di sini dengan modal yang memadai dan pengalaman kerja di luar negeri,” tuturnya.

Selain keterampilan teknis, peserta juga diminta mempersiapkan mental dan pola pikir. Menurut Herman, bekerja di luar negeri memiliki tantangan tersendiri sehingga peserta harus memiliki daya juang dan kemampuan beradaptasi.

“Pelatihannya harus super serius dan yang paling penting ada spirit dari anak-anaknya untuk maju. Pola pikirnya dibangun, mental model-nya harus diberdayakan, jangan pantang menyerah karena di sana itu berat,” katanya.

READ  Bupati Bogor Pastikan Tetap Sejalan dengan Kebijakan Pemprov Jabar Terkait Tambang

Program SMK Go Global diharapkan menjadi salah satu langkah memperluas kesempatan generasi muda Jawa Barat untuk masuk ke pasar kerja global sekaligus mendukung upaya menekan pengangguran dan kemiskinan.

“Kalau ini konsisten dilakukan, pengangguran pasti turun, kemiskinan pasti turun,” pungkas Herman.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakWamendagri Soroti Dana Otsus Tahap II di Papua yang Belum Tuntas
Artikulli tjetërPersib Waspadai Serangan Balik Manila Digger di Play-off ACL Two