Beranda Internasional BRIN Perkuat Jejaring Riset Global Lewat Ekosistem Sains Trieste

BRIN Perkuat Jejaring Riset Global Lewat Ekosistem Sains Trieste

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat jejaring riset global melalui kolaborasi dengan berbagai institusi sains dan riset Italia, khususnya yang tergabung dalam Trieste Scientific System. Foto: Humas BRIN.

Publikbicara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat jejaring riset internasional melalui pengembangan kerja sama dengan sejumlah institusi sains dan riset Italia yang tergabung dalam Trieste Scientific System.

Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam penyelenggaraan Giornata della Ricerca Italiana nel Mondo (GRIM) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8).

Untuk pertama kalinya, Kedutaan Besar Italia di Jakarta menyelenggarakan GRIM yang merupakan inisiatif Kementerian Luar Negeri Italia (Farnesina) bersama Kementerian Universitas dan Penelitian Italia (MUR). Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempromosikan kontribusi ilmuwan Italia di tingkat internasional sekaligus memperkuat peran sains dalam hubungan antarnegara.

GRIM 2026 mengangkat tema “The Trieste Scientific System: Opportunities for Italy – Indonesia Collaboration”. Forum tersebut memperkenalkan ekosistem sains Trieste kepada komunitas riset Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama ilmiah kedua negara.

Trieste Scientific System dikenal sebagai ekosistem yang mengintegrasikan penelitian, inovasi, pengembangan talenta, dan alih teknologi dengan penekanan pada pertukaran pengetahuan serta kolaborasi internasional.

Penyelenggaraan GRIM tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan 100 tahun kelahiran Abdus Salam, peraih Nobel Fisika sekaligus pendiri Abdus Salam International Centre for Theoretical Physics (ICTP).

Di Indonesia, GRIM 2026 digelar melalui kolaborasi Kedutaan Besar Italia di Jakarta, BRIN, ICTP, dan Fondazione Italiana Fegato (FIF).

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra mengatakan, kerja sama dengan institusi di Trieste telah menunjukkan perkembangan, salah satunya melalui peningkatan mobilitas periset BRIN sejak 2022.

READ  Marak Skandal Riset AI, BRIN Tegaskan SOP Mutu Berlaku untuk Semua Penelitian

“Peningkatan jumlah periset BRIN yang melakukan mobilitas ke Trieste sejak 2022 terlihat sangat signifikan. Ini menunjukkan kerja sama yang telah dibangun mulai menghasilkan koneksi ilmiah yang semakin kuat,” kata Edy dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (23/8).

BRIN sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan ICTP dan FIF melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang masing-masing ditandatangani pada 2022 dan 2024.

Menurut Edy, kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada mobilitas periset dan mahasiswa. BRIN juga mendorong terbentuknya koneksi ilmiah antarinstitusi melalui riset bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan jejaring ilmiah.

Perwakilan ICTP Stefano Luzzatto menyampaikan, keterlibatan mahasiswa dan akademisi Indonesia dalam berbagai program pelatihan dan school yang diselenggarakan ICTP juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Keterhubungan tersebut dinilai penting karena pengalaman akademik dan riset di Trieste dapat menjadi modal bagi talenta Indonesia untuk membangun jejaring ilmiah yang lebih luas.

GRIM 2026 turut menghadirkan sejumlah alumni Indonesia yang sejak 2010 mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas di ICTP dan FIF. Mereka berasal dari berbagai bidang keilmuan dan institusi.

BRIN melihat keberadaan alumni tersebut sebagai bagian dari jejaring yang dapat dikembangkan menjadi kolaborasi baru, baik dalam bentuk riset bersama, pertukaran pengetahuan maupun kerja sama antarlembaga.

“Jejaring yang telah dibangun diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama antarinstitusi, riset bersama, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan generasi baru talenta riset Indonesia,” ujar Edy.

Ia menegaskan, penguatan koneksi dengan pusat-pusat keunggulan sains dunia menjadi bagian dari upaya BRIN meningkatkan kapasitas sekaligus rekognisi global riset Indonesia.

“Kolaborasi global tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan kapasitas riset, tetapi juga membangun ekosistem talenta Indonesia yang terhubung dengan pusat-pusat keunggulan sains dunia,” katanya.

READ  BRIN Uji Pupuk SRF dan Pengendalian Hama Terpadu untuk Efisiensi Budidaya Padi di Klaten

Pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari Presiden dan Direktur Ilmiah FIF Claudio Tiribelli serta Atase Ilmu Pengetahuan Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Roberto Carniel.

Ke depan, BRIN menargetkan kerja sama dengan ekosistem Trieste tidak berhenti pada program pertukaran atau mobilitas individu. Kolaborasi diharapkan berkembang menjadi kerja sama riset yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Sebagai koordinator Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional bidang Riset dan Inovasi, BRIN juga menyiapkan program pengembangan bagi talenta muda, talenta potensial, hingga talenta unggul di bidang riset dan inovasi.

“Dengan memperkuat koneksi antara talenta Indonesia, ICTP, FIF, Trieste University dan ekosistem Trieste Scientific System, BRIN terus mendorong terbentuknya ekosistem riset nasional yang semakin terbuka, kolaboratif, terhubung secara global, dan berdaya saing,” pungkas Edy.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPemkab Bogor Perluas Ruang Ekspresi Seniman, dari Alun-alun hingga Gelora Pakansari
Artikulli tjetërKiper Persib Siap Tempur, Mario Jozic Pastikan Teja dan Fitrah dalam Kondisi Terbaik