Beranda Daerah Pemuda Diminta Tak Diam Melihat Ketidakadilan, Defan: Bicara Itu Akan Mengubah Kita

Pemuda Diminta Tak Diam Melihat Ketidakadilan, Defan: Bicara Itu Akan Mengubah Kita

Publikbicara.com – Pemuda tidak cukup hanya ditempatkan sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, pemuda dinilai harus mengambil peran sebagai kelompok yang berani menyuarakan kepentingan publik.

Pandangan tersebut disampaikan Aktivis Sosial Dr. H. Dede Fahrurozi saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kaderisasi Pemuda yang digelar PK KNPI Kecamatan Jasinga di GOR Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Minggu (23/8/2026).

Pria yang akrab disapa Defan itu mengatakan, persoalan ketertindasan di tengah masyarakat tidak selalu identik dengan kekerasan secara fisik. Menurutnya, keterbatasan akses terhadap kesempatan dan hak juga merupakan bentuk ketertindasan.

“Yang tidak memiliki akses itu tertindas,” ujar Defan.

Ia menjelaskan, masyarakat yang tidak mempunyai akses memadai berpotensi mengalami ketidakadilan dalam berbagai bentuk. Kondisi tersebut antara lain terlihat dari tidak tersampaikannya suara masyarakat, keterpinggiran dalam proses pengambilan keputusan, hingga ketergantungan terhadap pihak yang memiliki kekuatan lebih besar.

“Mereka merasa tidak memiliki pilihan karena aksesnya terbatas. Akibatnya, suara mereka tidak terdengar dan keberadaannya sering diabaikan,” katanya.

Menurut mantan wartawan Radar Bogor tersebut, kondisi itu menjadi alasan mengapa pemuda harus mengambil posisi di tengah masyarakat. Pemuda, kata dia, memiliki kapasitas untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan pihak-pihak yang mempunyai kewenangan.

Karena itu, ia meminta para pemuda tidak memilih diam ketika menemukan persoalan atau ketidakadilan di lingkungan sekitarnya.

“Pemuda itu harus bicara, jangan diam,” tegasnya.

Defan menilai keberanian pemuda dalam menyampaikan gagasan, kritik maupun solusi dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan sosial. Namun, keberanian tersebut perlu disertai kemampuan berkomunikasi secara konstruktif agar aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan diperjuangkan.

Ia pun menempatkan pemuda sebagai komunikator yang memiliki tanggung jawab menyuarakan kepentingan masyarakat sekaligus menjembatani komunikasi dengan para pemangku kebijakan.

READ  Acara Maulid Nabi di Garisul Meriah, KNPI Jasinga Bawa Dongdang Kreasi Perahu Layar

“Pemuda itu komunikator, harus berani bicara. Karena bicara itu akan mengubah kita,” pungkasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakParung Panjang-Jasinga Jadi Rekomendasi Jalur Kereta Bogor Barat
Artikulli tjetërKNPI Jasinga Mulai Kaderisasi Pemuda, Targetkan Regenerasi hingga 2029