Beranda Daerah Gedung SDN Rimba Kencana Rusak Berat, Sekolah Tagih Kepastian Revitalisasi

Gedung SDN Rimba Kencana Rusak Berat, Sekolah Tagih Kepastian Revitalisasi

Publikbicara.com – Kondisi bangunan SDN Rimba Kencana di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, semakin memprihatinkan. Meski telah masuk program revitalisasi dan disebut menjadi prioritas pembangunan dalam sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), hingga pertengahan 2026 belum ada kepastian pelaksanaan pembangunan.

Kepala SDN Rimba Kencana, Suryana Sukmayadi, berharap pemerintah segera memberikan kejelasan terkait realisasi revitalisasi sekolah tersebut. Menurutnya, hampir seluruh bangunan sekolah sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Dari sembilan ruang yang ada, hampir seluruhnya sudah tidak layak. Ruang kantor, perpustakaan hingga toilet juga sudah tidak dapat difungsikan secara normal,” ujar Suryana, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, sekolah yang berada di wilayah pelosok dan dikelilingi kawasan perbukitan itu menjadi satu-satunya harapan masyarakat sekitar untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak. Keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kata dia, membuat perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh.

Suryana mengaku memperoleh informasi bahwa usulan revitalisasi SDN Rimba Kencana telah lolos verifikasi dan masuk dalam sistem percepatan revitalisasi Kemendikdasmen. Karena itu, masyarakat berharap pembangunan dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Kami berharap pembangunan SDN Rimba Kencana benar-benar bisa terlaksana pada 2026,” katanya.

Persoalan infrastruktur pendidikan di Kecamatan Nanggung tidak hanya terjadi di SDN Rimba Kencana. Berdasarkan data yang dihimpun, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah sekolah dasar di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang sempat ambruk, seperti SDN Nangela dan SDN Ciketug.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Cisarua 01. Kepala sekolah, Yedih, mengatakan bangunan yang berdiri sejak 1982 itu belum pernah mendapatkan pembangunan total dan hanya beberapa kali menjalani rehabilitasi ringan.

READ  Hijaukan Kembali Bogor: Bupati Rudy Susmanto Pimpin Gerakan Menanam di DAS Ciliwung dan Cikeas

“Usia bangunan sudah tua. Dengan beban atap yang berat, kami khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk,” ujarnya.

Sementara itu, SDN Cadas Leueur di Desa Bantarkaret juga menghadapi persoalan serius. Kepala sekolah Juhaeriyah mengungkapkan, material bangunan seperti genteng dan plafon kerap berjatuhan saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga membahayakan keselamatan guru maupun siswa.

“Hampir seluruh bangunan sudah lapuk. Beberapa kali guru dan murid tertimpa material yang jatuh dari atap,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil langkah sebelum bangunan sekolah roboh dan menimbulkan korban.

Sebelumnya, usulan pembangunan SDN Cadas Leueur telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan maupun Bappeda Litbang Kabupaten Bogor. Aspirasi tersebut juga kembali disuarakan Pemerintah Desa Bantarkaret dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Nanggung pada Februari 2025.

Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Bantarkaret, Makmur, menegaskan pembangunan sekolah harus menjadi prioritas karena menyangkut investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan.

“Kami berharap pembangunan SDN Cadas Leueur menjadi prioritas. Kondisi bangunannya sangat mengkhawatirkan dan berpotensi ambruk apabila tidak segera ditangani,” ujarnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBupati Bogor Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Siap Tampung Siswa Kurang Mampu
Artikulli tjetërBalsa Sekulic Langsung Fokus Adaptasi, Siap Menjawab Ekspektasi Bersama Persib