Beranda Daerah Kemarau Panjang 2026 Picu Krisis Air Bersih di Kalongliud, Tujuh RW Terdampak

Kemarau Panjang 2026 Picu Krisis Air Bersih di Kalongliud, Tujuh RW Terdampak

Publikbicara.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor pada 2026 menyebabkan krisis air bersih di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung. Sedikitnya tujuh rukun warga (RW) terdampak akibat sumur-sumur warga mengering dan berkurangnya sumber mata air.

Wilayah yang mengalami kesulitan air bersih meliputi RW 02, RW 03, RW 04, RW 05, RW 09, RW 10, dan RW 11. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mencari sumber air alternatif hingga menempuh jarak lebih dari satu kilometer.

Di Kampung Kalong Karees, RW 11, warga harus bergantian mengambil air dari sumur yang masih memiliki debit tersisa. Keterbatasan air membuat kebutuhan sehari-hari menjadi serba terbatas.

“Air minum sudah sulit, anak-anak kami hanya bisa mandi sekali sehari,” ujar salah seorang warga, Selasa (23/6/2026).

Situasi serupa terjadi di RW 02 yang mencakup wilayah Pasir Madin dan Pasir Manggu. Jerigen-jerigen kosong tampak berjejer di halaman rumah warga menunggu pasokan air bersih. Bahkan anak-anak turut membantu orang tuanya mengangkut wadah penampungan.

Krisis air semakin diperparah dengan kembali jebolnya Bendungan Cibongas yang selama ini menjadi sumber irigasi sekitar 80 hektare lahan pertanian.

Kerusakan bendungan mengurangi pasokan air yang selama ini meresap ke sumur warga dan mengancam produktivitas pertanian.

“Kalau bendungan tidak segera diperbaiki, bukan hanya air minum yang hilang, tetapi juga sumber penghidupan kami,” kata seorang warga.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengatakan pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Nanggung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk menangani krisis tersebut.

Menurutnya, bantuan air bersih melalui truk tangki mulai disalurkan pada Senin (22/6/2026) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Alhamdulillah, pemerintah daerah cepat tanggap. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga,” ujar Jani.

READ  Manajemen ASN Dinilai Unggul, Kabupaten Bogor Raih Dua Penghargaan BKN

Selain penyaluran bantuan, pemerintah desa juga berupaya mencari solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di beberapa wilayah serta pipanisasi dari kawasan hutan sekitar. Namun, keterbatasan debit air membuat upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Kemarau berkepanjangan yang terjadi tahun ini tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat. Warga kini berharap hujan segera turun dan perbaikan Bendungan Cibongas dapat segera dilakukan agar krisis air tidak semakin meluas. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakSekda Bogor Bawa Program Kami Mendengar ke SDN Cantang Jaya, Tekankan Pencegahan Narkoba Sejak Dini
Artikulli tjetërYanto Pradipta Resmi Pimpin PJSI Kabupaten Bogor, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas