Beranda Daerah Pemkab Bogor Perluas Desa Siaga TB, Target Seluruh Desa dan Kelurahan Tuntas...

Pemkab Bogor Perluas Desa Siaga TB, Target Seluruh Desa dan Kelurahan Tuntas pada 2027

Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui pengembangan Desa Siaga TB. Program yang telah diterapkan di 103 desa tersebut dinilai efektif meningkatkan penemuan kasus dan mempercepat penanganan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan luas wilayah Kabupaten Bogor yang hampir lima kali lebih besar dibandingkan DKI Jakarta menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian TB. Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pelibatan desa dan kelurahan.

“Desa Siaga TB terbukti mampu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus melalui deteksi dini, edukasi, hingga pendampingan pasien,” ujar Ajat saat mengikuti Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendanaan Kesehatan Daerah untuk Percepatan Penuntasan Tuberkulosis bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan secara daring, Rabu (17/6).

Ajat menjelaskan, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk penanganan TB pada 2025. Upaya tersebut didukung jaringan layanan kesehatan yang terdiri atas rumah sakit daerah, Rumah Sakit Paru di kawasan Puncak, 101 puskesmas, 93 puskesmas pembantu, sekitar 26 rumah sakit swasta, serta 150 klinik yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, implementasi Desa Siaga TB di 103 desa sepanjang 2025 mampu mendorong capaian penemuan dan penanganan kasus mendekati 100 persen. Atas dasar itu, Pemkab Bogor berencana memperluas program tersebut pada 2026 dengan target seluruh desa dan kelurahan telah memiliki Desa atau Kelurahan Siaga TB pada 2027.

Selain mengalokasikan anggaran khusus untuk TB, Pemkab Bogor juga menjalankan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1 triliun setiap tahun. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh warga Kabupaten Bogor dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.

READ  10 Ribu Warga Meriahkan Jalan Sehat HJB ke-544 di Stadion Pakansari

Meski demikian, Ajat menilai dukungan pemerintah pusat masih diperlukan, terutama melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), mengingat tingginya mobilitas masyarakat Kabupaten Bogor dan luasnya wilayah yang menjadi tantangan dalam pengendalian tuberkulosis.

Dengan penguatan Desa Siaga TB, perluasan akses layanan kesehatan, serta dukungan lintas sektor, Pemkab Bogor optimistis target penuntasan tuberkulosis dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBupati Bogor Serap Aspirasi Pembudidaya Ikan Ciseeng, Infrastruktur hingga Bibit Unggul Jadi Sorotan
Artikulli tjetërRSUD Idham Chalid Ciawi Raih Juara FKRTL Berkomitmen 2026, Perkuat Layanan Kesehatan di Kabupaten Bogor