United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sedang berpatroli, memantau dan melaporkan pelanggaran Resolusi 1701 ke Dewan Keamanan. Sejak 27 November. Foto: Instragram UNIFIL, (12/2/2026).
Publikbicara.com – Ledakan mengguncang salah satu posisi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di selatan Lebanon, Sabtu (4/4/2026), melukai tiga personel United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan ledakan terjadi pada siang hari di dalam area yang seharusnya menjadi zona aman bagi pasukan PBB.
“Ledakan terjadi di dalam posisi PBB dan melukai tiga penjaga perdamaian. Dua mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya dikutip dari Mahatva.id, Sabtu (4/4/2026).
Hingga kini, sumber ledakan masih belum diketahui dan tengah dalam penyelidikan.
Insiden ini menambah daftar risiko yang dihadapi pasukan internasional di tengah konflik yang kian meluas di kawasan tersebut. Wilayah selatan Lebanon, tempat UNIFIL bertugas, merupakan garis depan ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Situasi keamanan di Lebanon memburuk drastis sejak awal Maret 2026, ketika konflik regional pecah menyusul serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran hingga operasi darat di Lebanon selatan. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, otoritas Lebanon mencatat sedikitnya 1.368 orang tewas.
Eskalasi terus berlanjut. Serangan terbaru Israel kembali menghantam wilayah Beirut selatan basis kuat Hizbullah yang diklaim menargetkan infrastruktur militan. Serangan itu dilakukan setelah peringatan evakuasi dikeluarkan kepada warga sipil.
Di saat bersamaan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon mengeluarkan peringatan keamanan, menyebut potensi serangan lanjutan oleh Iran dan sekutunya yang bisa menyasar fasilitas sipil, termasuk institusi pendidikan.
Perkembangan ini memperluas spektrum konflik yang tak lagi terbatas pada target militer.
Ledakan yang melukai personel UNIFIL menjadi penanda nyata bahwa bahkan pasukan penjaga perdamaian kini tak lagi berada di luar jangkauan ancaman.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menjamin keselamatan warga sipil serta personel penjaga perdamaian di tengah situasi yang terus memburuk.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












![“Love Therapy” [2025]: Perjuangan Seorang Anak, Cinta yang Terlambat, dan Sarung untuk Bapak](https://i0.wp.com/publikbicara.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250620-WA0036.jpg?resize=100%2C75&ssl=1)
