Beranda Internasional Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Kecam Serangan Artileri di Zona UNIFIL

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Kecam Serangan Artileri di Zona UNIFIL

United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sedang berpatroli, memantau dan melaporkan pelanggaran Resolusi 1701 ke Dewan Keamanan. Sejak 27 November. Foto: Instragram UNIFIL, (12/2/2026).

Publikbicara.com – Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan resminya, Senin (30/3/2026), menyebut insiden tersebut juga menyebabkan tiga personel lainnya mengalami luka-luka.

Serangan terjadi ketika posisi kontingen Indonesia yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) terdampak tembakan artileri tidak langsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit tersebut serta memberikan penghormatan atas dedikasi dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Doa dan simpati juga disampaikan kepada keluarga korban, sementara personel yang terluka saat ini mendapatkan perawatan medis.

Kemlu memastikan pemerintah tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk mempercepat proses repatriasi jenazah serta menjamin penanganan medis optimal bagi korban luka.

Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB harus dihormati sesuai hukum internasional. Setiap bentuk serangan terhadap peacekeeper dinilai tidak dapat dibenarkan dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Dalam pernyataannya, Indonesia juga kembali mengecam serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan serta mendesak semua pihak untuk menahan diri, menghormati kedaulatan Lebanon, dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan PBB serta otoritas terkait.(Red).

READ  Jonatan Christie Melaju ke Final Usai Tekuk Loh Kean Yew

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakKomisi III DPR Buka Suara Terkait Kasus Amsal Sitepu 
Artikulli tjetërPrajurit TNI Gugur di Misi PBB, Kedubes Iran Sampaikan Belasungkawa