Beranda Daerah Ketupat Tetap Jadi Ikon Lebaran, Menu Inovatif Mulai Dilirik

Ketupat Tetap Jadi Ikon Lebaran, Menu Inovatif Mulai Dilirik

Ilustrasi menu hidangan dalam perayaan Idul Fitri. Foto: AI.

Publikbicara.com – Ketupat masih menjadi hidangan utama yang tidak tergantikan dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus janur ini tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi juga sarat makna budaya tentang kebersamaan dan rasa syukur.

Chef de Partie Arif Saripudin mengatakan, ketupat telah menjadi simbol kuat dalam tradisi Lebaran yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

“Ketupat Lebaran tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga memiliki makna budaya yang kuat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur,” ujar Arif dikutip dari STARJOGJA.COM, Jumat (20/3/2026).

Dalam penyajiannya, ketupat umumnya dipadukan dengan menu khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng kentang, dan tempe orek. Kombinasi ini menciptakan cita rasa khas yang selalu dinantikan saat Hari Raya.

Namun, seiring perkembangan tren kuliner, inovasi menu Lebaran mulai bermunculan tanpa meninggalkan cita rasa tradisional. Arif menyebut, beberapa variasi baru kini mulai diminati, seperti ketupat dengan kentang balado udang, telur pindang, hingga sambal kacang.

Selain itu, lontong sayur dengan tambahan ikan bilis juga menjadi alternatif menu yang menawarkan perpaduan rasa gurih dan asin.

Menu ini dinilai cocok untuk berbagai kalangan karena tingkat kepedasannya yang relatif ringan.

Variasi lain yang turut hadir adalah ayam berbumbu kayu manis, yang memberikan sentuhan rasa gurih dan manis yang berbeda dari menu Lebaran pada umumnya.

Di sisi pelengkap, tahu goreng kremes menjadi salah satu favorit karena teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam.

Sementara itu, brokoli garlic mulai diperkenalkan sebagai menu penyeimbang di tengah dominasi hidangan bersantan.

Untuk minuman, sajian segar seperti teh leci dan es cincau dinilai penting untuk melengkapi hidangan Lebaran sekaligus menyeimbangkan rasa setelah mengonsumsi makanan berlemak.

READ  Imbas Banjir Jakarta-Semarang, KAI Daop 2 Bandung Batalkan Perjalanan KA

Arif menambahkan, inovasi ini bertujuan menghadirkan pilihan yang lebih beragam tanpa menghilangkan nilai tradisi yang melekat pada sajian Lebaran.

Dengan perpaduan antara menu klasik dan sentuhan modern, momen berkumpul saat Idul Fitri diharapkan tetap terasa hangat sekaligus lebih berkesan bagi masyarakat.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMenkes Pastikan Layanan IGD hingga Operasi Darurat Tetap Berjalan Saat Libur Panjang
Artikulli tjetërMudik Naik Kereta Kian Diminati, Penjualan Tiket Capai 3,6 Juta