Beranda Internasional Dua Kasus Virus Nipah di Bengal Barat, Asia Perketat Bandara Jelang Imlek

Dua Kasus Virus Nipah di Bengal Barat, Asia Perketat Bandara Jelang Imlek

Ilustrasi virus Nipah.Foto: pixabay.

Publikbicara.com – Dua kasus Virus Nipah terkonfirmasi di negara bagian Bengal Barat, India, sejak Desember 2025. Situasi ini mendorong sejumlah negara Asia meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang lonjakan perjalanan libur Tahun Baru Imlek.

Kementerian Kesehatan India menyatakan, dari 196 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien, seluruhnya telah diperiksa dan hasilnya negatif serta tidak menunjukkan gejala.

“Kondisi terus dipantau secara ketat dan seluruh langkah kesehatan masyarakat yang diperlukan telah diterapkan,” demikian pernyataan resmi otoritas kesehatan India.

Seorang pejabat kesehatan distrik menyebutkan, dua pasien yang terinfeksi merupakan tenaga kesehatan dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Dugaan sementara mengarah pada penularan dari pasien yang belum terdiagnosis, mengingat keduanya bekerja di fasilitas medis yang sama.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah (flying fox), makanan terkontaminasi, atau kontak langsung antarmanusia.

Gejala biasanya muncul dalam lima hingga 14 hari, diawali demam dan sakit kepala, lalu dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan ensefalitis akut. Dalam kasus berat, pasien dapat mengalami kejang, kebingungan mental, hingga koma dalam waktu 24-48 jam.

Pakar epidemiologi dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Kaja Abbas, menyebut tingkat kematian virus ini berkisar 40–75 persen. Meski demikian, angka reproduksi dasar virus umumnya di bawah satu, sehingga penyebaran antarmanusia relatif terbatas dan kecil kemungkinan berkembang menjadi pandemi besar seperti COVID-19.

Wabah pertama tercatat pada 1998 di Malaysia dan Singapura, ketika penularan terjadi dari babi terinfeksi kepada peternak dan pekerja rumah potong. Lebih dari 100 orang meninggal dari sekitar 250 kasus.

READ  Silaturahmi dengan Wartawan, Kadiv Humas Polri Tekankan Etika dan Profesionalisme Pers

Sejak 2001, wabah sporadis muncul di Asia Selatan, khususnya Bangladesh dan India. Di India, negara bagian Kerala menjadi wilayah dengan risiko tertinggi, mencatat puluhan kematian sejak 2018.

Di Bengal Barat, kasus pertama dilaporkan pada 2007. Sebelumnya, wabah di Kota Siliguri pada 2001 banyak terjadi di lingkungan rumah sakit.

Wabah pertama tercatat pada 1998 di Malaysia dan Singapura, ketika penularan terjadi dari babi terinfeksi kepada peternak dan pekerja rumah potong. Lebih dari 100 orang meninggal dari sekitar 250 kasus.

Sejak 2001, wabah sporadis muncul di Asia Selatan, khususnya Bangladesh dan India. Di India, negara bagian Kerala menjadi wilayah dengan risiko tertinggi, mencatat puluhan kematian sejak 2018.

Di Bengal Barat, kasus pertama dilaporkan pada 2007. Sebelumnya, wabah di Kota Siliguri pada 2001 banyak terjadi di lingkungan rumah sakit.

Sejumlah negara, termasuk Thailand, Indonesia, Nepal, dan Malaysia, memperketat pengawasan di bandara internasional.

Thailand menyiapkan area parkir khusus bagi pesawat dari negara terdampak serta mewajibkan formulir deklarasi kesehatan. Pemindai suhu tubuh juga dipasang untuk mendeteksi penumpang dengan gejala demam.

Otoritas kesehatan menegaskan, meski tingkat kematian virus ini tinggi, pola penularannya berbeda dengan COVID-19 dan cenderung terbatas.

Langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menjaga kebersihan tangan, menghindari kerumunan, memastikan ventilasi ruangan yang baik, tidak bepergian saat sakit, serta segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala.

Selain itu, WHO mengingatkan pentingnya mencegah kontaminasi makanan oleh kelelawar, termasuk menutup tempat penampungan nira kurma, merebus nira sebelum dikonsumsi, serta mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakSidang Adat Toraja Putuskan Sanksi untuk Pandji
Artikulli tjetërTak Perlu Antre Panjang! Ini Cara Resmi Tukar Uang Baru Lebaran 2026