Beranda Daerah Inggris Tawarkan Solusi Energi Off-Grid untuk Desa Terpencil Indonesia

Inggris Tawarkan Solusi Energi Off-Grid untuk Desa Terpencil Indonesia

Publikbicara.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan energi dan teknologi asal Inggris guna membahas peluang kerja sama percepatan listrik perdesaan dan pembangunan desa berbasis energi terbarukan.

Pertemuan tersebut membahas solusi konkret penyediaan listrik di wilayah terpencil dan kepulauan melalui sistem energi terdesentralisasi seperti off-grid dan mini-grid.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi bagi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, hingga penguatan rantai dingin (cold chain) untuk pangan dan layanan kesehatan desa.

Delegasi Inggris terdiri dari sejumlah perusahaan inovasi energi dan iklim, di antaranya Carruthers Renewables (mikrohidro off-grid), Centre for Energy Equality (solusi energi inklusif), Eja-Ice (rantai dingin tenaga surya), Propel and Power (turbin laut tanpa baling-baling), serta Compact Syngas Solutions (pengolahan limbah menjadi energi).

Sejumlah skema proyek percontohan (pilot project) dibahas sebagai langkah awal implementasi di lapangan.

Mendes Yandri menyatakan pemerintah terbuka terhadap kolaborasi internasional dalam membangun desa, mengingat jumlah desa di Indonesia mencapai 75.266.

“Ada 75.266 desa, jadi harus kolaborasi untuk bangun desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kemendes PDT memiliki 12 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan, di antaranya program Desa Ekspor yang ditargetkan menjangkau 5.000 desa, Desa Tematik yang mendukung penyediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis, hingga program Desa Berketahanan Iklim dan Desa Bebas Sampah.

“Kami ingin kolaborasi ini menghasilkan solusi yang benar-benar bisa dipakai di desa,” kata Yandri.

Delegasi CEO Inggris dikoordinasikan oleh Jillian Henderson melalui program Innovate UK Energy Access Brokerage. Program ini mempertemukan inovator Inggris dengan pemangku kepentingan di Indonesia untuk membuka peluang proyek listrik perdesaan dan energi terbarukan.

READ  Kemnterian Pertanian RI Luncurkan Inisiatif Pompanisasi untuk Atasi Krisis Pangan Global

“Indonesia memiliki tantangan geografis yang kompleks sekaligus peluang besar untuk model energi terdesentralisasi. Kami ingin memulai dari proyek nyata di desa agar dampaknya cepat dirasakan,” ujar Jillian.

Audiensi ini menjadi bagian dari rangkaian kerja sama energi bersih antara Indonesia dan Inggris yang difokuskan pada penguatan ekonomi desa berbasis teknologi serta perluasan akses listrik berkelanjutan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDKP Kabupaten Bogor Gelar Gebyar Pasar Pangan Aman 2026 di Tiga Pasar
Artikulli tjetërSungai Cisasahan Meluber, UPT Irigasi Jasinga Lakukan Pengecekan Lapangan