Tim beregu putra Indonesia lolos ke semifinal usai kalahkan Thailand pada Badminton Asia Team Championships 2026. Foto: PBSI.
Publikbicara.com – Tim beregu putra Indonesia memastikan langkah ke semifinal usai menumbangkan Thailand dengan skor tipis 3-2 pada babak perempat final. Laga berjalan ketat, sarat tekanan, dan ditentukan oleh keberanian para pemain tunggal Indonesia dalam mengelola momen krusial.
Kemenangan Indonesia dibuka lewat tunggal pertama, Moh Zaki Ubaidillah, yang tampil tenang menghadapi Panitchapon Teeraratsakul. Zaki menang dua gim langsung 21-13, 22-20, setelah berhasil mengubah tempo permainan di poin-poin penting.
“Di awal cukup ketat, tapi setelah interval saya coba ubah tempo dan lebih aktif mengontrol permainan depan,” ujar Zaki dikutip dari PBSI, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengakui sempat tertinggal di gim kedua, namun dorongan pelatih dan kapten membuatnya tetap percaya diri. Pengalaman menang atas Panitchapon di final Thailand Masters turut menjadi bekal mental.
“Sekarang lebih siap dengan bola-bola susahnya. Harus berani capek,” kata Zaki.
Indonesia sempat kehilangan momentum ketika ganda pertama Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana harus mengakui keunggulan pasangan Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul lewat rubber game 21-14, 15-21, 17-21.
Skor kembali berimbang setelah tunggal kedua Prahdiska Bagas Shujiwo menunjukkan daya juang tinggi. Meski sempat mengalami insiden kaki tertarik dan mata kelilipan, Prahdiska menuntaskan pertandingan tiga gim melawan Puritat Arree dengan skor 21-7, 17-21, 21-18.
“Di gim kedua saya sempat ragu dan bingung sendiri. Tapi di gim ketiga pelatih hanya minta saya yakin,” ungkap Prahdiska.
Ia menegaskan pengalaman kalah di poin krusial pada turnamen sebelumnya menjadi pelajaran berharga.
“Saya tidak mau kesalahan itu terulang. Bangga bisa sumbang poin untuk Indonesia,” katanya.
Thailand kembali menyamakan kedudukan 2-2 setelah ganda kedua Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah dua gim langsung 18-21, 19-21 dari Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga.
Kedua pemain mengakui fokus dan keberanian bermain agresif belum maksimal.
“Kami terlalu banyak mengangkat bola, padahal lawan bertipe pemain belakang,” ujar Nikolaus.
Raymond menambahkan, “Thailand lebih all out, sementara kami tidak cukup memanfaatkan peluang.”
Penentuan akhirnya jatuh ke pundak tunggal ketiga Richie Duta Richardo, yang tampil impresif di bawah tekanan.
Richie menundukkan Tanawat Yimjit dua gim langsung 21-5, 21-17 dan memastikan kemenangan Indonesia.
“Awalnya tegang karena ini penentu dan saya belum pernah bertemu lawan,” kata Richie.
Namun dukungan pelatih, Anthony Sinisuka Ginting, serta para senior membuatnya mampu meredam beban.
“Dari awal sudah siap secara mental. Lega dan bangga bisa bawa Indonesia ke semifinal,” ujarnya.
Di semifinal, Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang. Richie menegaskan kesiapan tim untuk kembali tampil habis-habisan.
“Kalau diturunkan lagi, pasti all out. Jepang datang dengan pemain penuh pengalaman,” tutupnya. (Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow











