Beranda Daerah Hari Keenam Pencarian, Dua Jenazah Ditemukan di Lokasi Longsor

Hari Keenam Pencarian, Dua Jenazah Ditemukan di Lokasi Longsor

Posko Komando Utama Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Foto: Pemprov Jabar.

Publikbicara.com – Sebanyak 41 korban meninggal dunia akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah teridentifikasi hingga Kamis (29/1/2026). Sementara itu, 25 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan pada hari keenam operasi pencarian, dua kantong jenazah kembali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB. Jenazah tersebut langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

“Dua kantong jenazah sudah kami serahkan ke tim DVI Polda Jabar untuk diidentifikasi,” ujar Ade dikutip dari laman Pemprov Jabar.

Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel, terutama terkait kondisi cuaca dan stabilitas lereng. Tim SAR menghentikan sementara kegiatan jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu longsor susulan.

Ade menjelaskan, kondisi cuaca di lokasi pada hari keenam pencarian cenderung tidak menentu. Hujan ringan hingga sedang sempat turun, disertai jarak pandang terbatas dan tingkat kejenuhan tanah yang meningkat, sehingga risiko longsor susulan cukup tinggi.

Untuk memperkuat upaya pencarian, tim SAR gabungan mendapat tambahan 14 personel dari Basarnas Lampung.

Selain itu, relawan juga terus berdatangan membantu proses evakuasi. Di lokasi, tersedia 17 unit alat berat yang digunakan untuk membuka timbunan material longsor.

Proses pencarian akan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026). Menurut Ade, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menentukan langkah lanjutan operasi SAR.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyebutkan kondisi fisik jenazah yang ditemukan mengalami perubahan akibat tertimbun material. Meski demikian, proses identifikasi masih dapat dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus korban.

READ  Gempa Bumi Guncang Pantai Tenggara Vanuatu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia 

Operasi SAR di Pasirlangu hingga kini masih difokuskan pada pencarian korban yang belum ditemukan, dengan prioritas keselamatan seluruh personel di lapangan. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakCFD Merambah Kecamatan, Cileungsi Jadi Lokasi Baru Ruang Publik Sehat
Artikulli tjetërGaruda Academy CORE 4.0 Tuntas, 10 Lulusan Disiapkan Perkuat Tata Kelola PSSI