Dok. Foto: data laporan BNPB.
Publikbicara.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan operasi darurat lintas sektor masih berlangsung masif di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menyusul rangkaian bencana hidrometeorologi basah yang menelan 1.200 korban jiwa hingga Jumat (23/1/2026).
Data terbaru BNPB memastikan tidak ada penambahan korban meninggal, hilang maupun pengungsi dalam laporan terkini.
Diketahui, 143 orang masih dinyatakan hilang dan 113.903 warga mengungsi di berbagai titik pengungsian.
Pemerintah kini berpacu dengan waktu memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan awal dengan fokus utama membuka isolasi wilayah terdampak dan menyiapkan hunian bagi korban.
BNPB mencatat 1.763,1 ton bantuan logistik telah didistribusikan. Operasi logistik ini melibatkan :
– 56 sorti pesawat charter BNPB.
– 66 sorti pesawat Hercules.
– 55 truk jalur darat.
– 7 kapal laut.
Distribusi harian pada 22 Januari saja mencapai hampir 46 ton bantuan untuk tiga provinsi terdampak.
Selain itu, dua pos logistik utama menjadi tulang punggung suplai bantuan. Pos Logistik Sumatera Barat telah menyalurkan 971,03 ton, sedangkan Pos Logistik Aceh mencatat distribusi lebih besar yakni 2.142 ton bantuan.
BNPB dan Pemerintah Daerah menargetkan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) sebelum Ramadan. Dari total 29.621 unit yang diajukan sebanyak 7.414 unit masih dalam proses pembangunan dan 1.056 unit telah selesai dan siap dihuni.
Sementara itu, pembangunan hunian tetap mulai berjalan dengan 13.082 unit diajukan, dan 648 unit sudah masuk tahap konstruksi.
Untuk mendukung kebutuhan korban selama masa transisi, skema Dana Tunggu Hunian (DTH) telah diajukan oleh 14.822 kepala keluarga. Sebanyak 3.255 keluarga sudah menerima bantuan tersebut.
BNPB juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam skala besar:
– Aceh : 532 sorti dan 508 ton bahan semai.
– Sumatera Utara : 406 sorti dan
357 ton bahan semai.
Sumatera Barat : 409 sorti dan
406,3 ton bahan semai.
Operasi ini bertujuan mengendalikan intensitas hujan di wilayah rawan.
BNPB menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri dan kementerian terkait terus diperkuat untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat sekaligus menekan risiko bencana lanjutan.
Prioritas saat ini meliputi:
– Pemulihan akses jalan dan jembatan.
– Pembersihan kawasan permukiman.
– Penyediaan hunian layak.
– Penguatan mitigasi risiko.
Pemerintah menargetkan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap dalam kondisi lebih aman dan tangguh.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













