Beranda Daerah Bentengi Remaja dari Narkotika, KKN UMBARA Gelar Sosialisasi KRR di Sukajaya

Bentengi Remaja dari Narkotika, KKN UMBARA Gelar Sosialisasi KRR di Sukajaya

Publikbicara.com – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika dan pergaulan berisiko terus digencarkan. Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) Desa Sukajaya menggelar sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan bahaya narkotika di SMAN 01 Sukajaya, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan yang mengusung komitmen “Katakan Tidak pada Narkoba” ini diikuti sekitar 150 siswa di aula serbaguna sekolah. Para siswa tampak aktif mengikuti pemaparan materi yang menitikberatkan pada pemahaman risiko penyalahgunaan narkotika serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian KKN Tematik UMBARA 2026 yang mengangkat tema “Pemberdayaan Desa Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Mewujudkan SDGs Desa yang Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia desa sebagai langkah menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Kelompok 7 KKN UMBARA Desa Sukajaya, Dede Supandi, mengatakan pemilihan tema sosialisasi didasarkan pada kondisi remaja yang dinilai semakin rentan terhadap pengaruh negatif di era digital.

“Perkembangan teknologi yang cepat membuat remaja mudah terpapar berbagai informasi, termasuk yang berdampak buruk. Karena itu edukasi tentang narkotika dan kesehatan reproduksi menjadi sangat penting,” kata Dede.

Menurutnya, kegiatan serupa tidak akan berhenti di lingkungan sekolah. Kelompok KKN juga merencanakan penyuluhan kepada masyarakat umum melalui forum pengajian serta pertemuan warga.

“Kami ingin edukasi ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang tua, agar pengawasan dan pendampingan terhadap remaja bisa berjalan seiring,” katanya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap tumbuh kesadaran kolektif di kalangan generasi muda untuk menjauhi narkoba, menjaga kesehatan diri, serta berperan sebagai agen perubahan dalam membangun masyarakat desa yang sehat dan berdaya saing. (Red).

READ  Dibalik Hari Gizi dan Pangan Nasional: Anak-anak di Bogor Masih Rawan Gizi Buruk. Ini Faktanya!

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakHujan Angin Landa Bandung Barat, Dua Pohon Besar Ambruk
Artikulli tjetërPolisi dan BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Rangkasbitung – Leuwidamar