Beranda Daerah Dua Pekan Melonjak, Harga Daging Sapi Picu Aksi Mogok Pedagang

Dua Pekan Melonjak, Harga Daging Sapi Picu Aksi Mogok Pedagang

Aksi mogok pedagang daging sapi. Foto: Tangkapan Layar YouTube bogorupdate.

Publikbicara.com – Kenaikan harga daging sapi yang berlangsung selama dua pekan terakhir mulai menekan pedagang pasar tradisional di Jakarta dan Kabupaten Bogor. Harga yang terus merangkak naik tidak hanya menurunkan daya beli masyarakat, tetapi juga memukul omzet pedagang hingga mendorong aksi mogok berjualan.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Senen, Jakarta Pusat, dan Pasar Parung, Kabupaten Bogor, menunjukkan lapak daging sapi mulai sepi pembeli. Harga daging sapi eceran yang sebelumnya berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp130 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan pedagang. Mereka menilai lonjakan harga dari pemasok sudah melampaui batas kewajaran dan tidak sebanding dengan kemampuan beli konsumen.

“Kami di Pasar Parung ikut aksi mogok berjualan selama tiga hari, mulai 22 sampai 24 Januari. Harapannya ada penurunan harga dari pemasok,” ujar salah satu pedagang daging di Pasar Parung, Kamis (22/1/2026), dikutip dari Viva Bogor.

Pedagang lainnya, Nur Rudi, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak dua minggu lalu. Dampaknya sangat terasa bagi pedagang kecil.

“Harga naik terus, pembeli makin sedikit. Omzet turun drastis. Kalau kondisi begini terus, kami benar-benar kesulitan bertahan,” keluhnya.

Tak hanya pedagang, masyarakat juga mulai menyesuaikan pola belanja. Banyak konsumen memilih mengurangi jumlah pembelian atau menunda membeli daging sapi karena harga yang dinilai terlalu mahal.

Kepala Tata Usaha Unit Pasar Parung, Etty Rusyati, membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi di wilayah tersebut. Ia menyebut kondisi ini telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir.

“Awalnya harga masih Rp120 ribu per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp130 ribu. Pedagang masih berjualan untuk menghabiskan stok, tapi besok rencananya mulai mogok,” ujar Etty.

READ  Pengalihan TKD Agar Pembangunan Daerah Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Menurutnya, terdapat sekitar 25 hingga 30 pedagang daging sapi yang berjualan di dalam dan sekitar Pasar Parung. Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga.

“Mereka berharap ada penurunan dan kestabilan harga. Aksi mogok rencananya dilakukan mulai Jumat sampai Minggu,” tambahnya.

Para pedagang menilai aksi mogok ini merupakan bentuk protes terakhir agar pemerintah dan pemangku kebijakan segera mengevaluasi rantai distribusi daging sapi. Mereka berharap harga dapat kembali terkendali dan terjangkau, sehingga aktivitas jual beli di pasar tradisional bisa kembali normal.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakKLH Cabut Persetujuan Lingkungan 28 Perusahaan di Sumatera
Artikulli tjetërAktivis Hukum Muda Bogor Soroti KUHP Baru 2026, Anggara Wijaya: Jangan Biarkan Hukum Asing bagi Rakyatnya