Beranda Daerah Jembatan Leuwiranji Belum Rampung, Warga dan Ambulans Harus Memutar Lewat Tangsel

Jembatan Leuwiranji Belum Rampung, Warga dan Ambulans Harus Memutar Lewat Tangsel

Jembatan Leuwiranji sebagai akses vital pada Jumat (12/12/2025 . Dok: Dinas PUPR.

Publikbicara.com – Proyek perawatan berkala Jembatan Leuwiranji di Kabupaten Bogor menuai sorotan publik. Penutupan total jembatan yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Gunungsindur itu dinilai berdampak serius terhadap mobilitas warga, terutama layanan kesehatan darurat.

Jembatan Leuwiranji merupakan akses vital bagi ribuan warga di dua kecamatan tersebut. Sejak ditutup untuk perbaikan, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur Muncul, Tangerang Selatan, yang memakan waktu jauh lebih lama dan kerap dilanda kemacetan.

Dampak paling dirasakan oleh petugas layanan darurat. Wawan, sopir ambulans desa di Kecamatan Rumpin, mengaku kesulitan menjalankan tugasnya akibat penutupan jembatan.

“Perbaikan jembatan ini sangat kami harapkan bisa segera selesai. Jembatan Leuwiranji adalah jalur utama. Kalau ambulans harus memutar, pelayanan ke pasien jadi tidak maksimal,” ujar Wawan dikutip dari Viva Bogor, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, perjalanan menuju Rumah Sakit Pena maupun rumah sakit lainnya yang biasanya ditempuh dalam waktu singkat, kini bisa memakan waktu hampir satu jam.

“Harus lewat Muncul, Tangerang Selatan. Kalau macet bisa lebih lama lagi. Banyak pasien dan keluarga pasien mengeluh, apalagi untuk kondisi darurat,” ungkap dia.

Di sisi lain, pihak pelaksana proyek belum dapat memastikan kapan pekerjaan akan rampung.

Penanggung jawab lapangan proyek perbaikan Jembatan Leuwiranji, Aray, menyebut kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses pengerjaan.

“Sering hujan, itu sangat mempengaruhi pekerjaan di lapangan. Saya tidak berani memastikan kapan selesai, takut nanti tidak sesuai,” kata Aray saat ditemui di lokasi proyek, Senin (19/1/2026).

Diketahui, proyek perawatan Jembatan Leuwiranji telah dimulai sejak awal Desember 2025. Jembatan tersebut ditutup total mulai 13 Desember hingga 31 Desember 2025. Namun, masa penutupan kembali diperpanjang hingga 31 Januari 2026. (Red).

READ  Catat Tanggalnya, KPK Akan Lelang Eksekusi Barang Rampasan

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK
Artikulli tjetërPemkab Bogor Minta Pendampingan KPK, Fokus Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan