Beranda Daerah 6.793 Barang Tertinggal di Transjakarta Selama 2025

6.793 Barang Tertinggal di Transjakarta Selama 2025

PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat sistem pengelolaan barang tertinggal (Lost and Found) sebagai bagian dari transformasi layanan pelanggan yang mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Environmental, Social, and Governance (ESG). Foto: Beritajakarta.id.

Publikbicara.com – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat sebanyak 6.793 barang tertinggal di seluruh layanan operasional sepanjang tahun 2025. Namun dari jumlah tersebut, baru 1.802 barang atau sekitar 26,5 persen yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Data perusahaan menunjukkan, Koridor 1 Blok M-Kota dan Halte Integrasi CSW menjadi dua titik dengan intensitas temuan barang tertinggi. Kedua lokasi tersebut dikenal sebagai simpul pergerakan penumpang terbesar di Jakarta.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi, mengatakan pengelolaan barang tertinggal dilakukan melalui sistem digital dengan mekanisme verifikasi ketat untuk menjamin keamanan dan kejelasan kepemilikan.

“Penguatan layanan Lost and Found merupakan bagian dari komitmen kami terhadap tata kelola perusahaan yang akuntabel dan transparan,” kata Tjahyadi, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, barang temuan akan disimpan maksimal 90 hari kerja. Jika tidak diambil pemiliknya dalam rentang waktu tersebut, barang akan diproses lebih lanjut melalui hibah sosial atau pemusnahan, sesuai dengan SOP dan peraturan yang berlaku.

Menurutnya, skema hibah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan memanfaatkan barang layak pakai agar memberi manfaat bagi masyarakat.

Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari bus atau meninggalkan halte. Penumpang yang merasa kehilangan barang dapat segera melapor kepada petugas atau menghubungi layanan Customer Care Transjakarta.

“Melalui sistem ini, kami ingin memastikan bahwa layanan transportasi publik tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial,” pungkasnya. (Red).

READ  Menhub Dudy Pastikan Perbaikan Sarana Transportasi di Wilayah Terdampak Bencana Diprioritaskan

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPT Bayer Indonesia Investasi Rp99 Miliar di Depok, Menkes Tegaskan Pentingnya Produksi Obat Nasional
Artikulli tjetërPresiden Koreksi Desain hingga Fungsi, IKN Diminta Berlari Lebih Kencang