Foto: Kementerian Luar Negeri.
Publikbicara.com – Indonesia dan Türkiye resmi meluncurkan format diplomasi baru melalui pertemuan Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) yang digelar di Ankara, Kamis (9/1/2026). Forum ini menandai babak baru penguatan kemitraan strategis komprehensif antara Jakarta dan Ankara di tengah dinamika geopolitik global.
Pertemuan perdana tersebut dipimpin langsung oleh Menlu RI Sugiono dan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Menlu Türkiye Hakan Fidan serta Menhan Türkiye Yaşar Güler. Forum ini merupakan mandat langsung Presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) Indonesia-Türkiye pada Februari 2025.
Menlu Sugiono menegaskan, forum 2+2 merupakan mekanisme diplomasi strategis yang hanya dimiliki Indonesia dengan mitra-mitra tertentu.
“Format ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi serta komitmen jangka panjang Indonesia dalam membangun kemitraan yang kuat dengan Türkiye,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi dikutip dari lama resmi Kemenlu, Minggu (11/1).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) sebagai pintu masuk menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kesepakatan ini diarahkan untuk mendorong lonjakan nilai perdagangan bilateral.
Indonesia dan Türkiye juga membuka peluang investasi strategis di sektor energi, pertambangan, petrokimia, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Di sektor pertahanan, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama industri pertahanan sebagai fondasi aliansi strategis jangka panjang.
Pada isu regional dan global, Indonesia dan Türkiye menegaskan peran mereka sebagai negara Global South dalam mendorong multilateralisme yang lebih adil.
Kedua negara satu suara mengenai pentingnya gencatan senjata di Gaza, akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta rekonstruksi Palestina pascakonflik.
Indonesia juga kembali menyatakan dukungan terhadap upaya Türkiye untuk menjadi ASEAN Full Dialogue Partner, sekaligus mendorong kerja sama ekonomi konkret antara ASEAN dan Türkiye.
Seluruh hasil pertemuan ini dituangkan dalam sebuah Joint Declaration sebagai pijakan kerja sama berkelanjutan kedua negara.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie dijadwalkan melanjutkan agenda diplomatik dengan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdoğan di Istanbul pada Jumat (10/1/2026). (Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













