Beranda Internasional Kalah Dua Gim dari China, Edsel/Atre Tetap Persembahkan Medali Perunggu

Kalah Dua Gim dari China, Edsel/Atre Tetap Persembahkan Medali Perunggu

Ganda campuran Indonesia, Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani tampil di babak semifinal BWF World Junior Championships 2026. Foto: PBSI.

Publikbicara.com – Ganda campuran Indonesia, Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani, harus mengakhiri perjuangan di babak semifinal BWF World Junior Championships 2026 setelah kalah dari pasangan China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, Jumat (16/10).

Edsel/Atre yang menempati unggulan ke-12 kalah dalam pertandingan dua gim dengan skor 11-15, 14-16. Sementara itu, pasangan China yang berstatus unggulan ke-29 berhasil mengamankan tiket ke final.

Meski gagal melangkah ke partai puncak, Edsel/Atre memastikan pencapaian medali perunggu bagi Indonesia pada nomor ganda campuran di kejuaraan dunia junior yang berlangsung di Kairo, Mesir, tersebut.

Usai pertandingan, Edsel mengungkapkan bahwa dirinya bersama Atre mengalami kesulitan menemukan pola permainan pada gim pertama. Menurutnya, karakter permainan lawan berbeda dari pasangan Chinese Taipei yang mereka hadapi pada pertandingan sebelumnya.

“Di game pertama kami belum mendapatkan pola mainnya dan pola mainnya juga berbeda dengan pemain Chinese Taipei kemarin. Di game kedua kami sudah mendapatkan pola mainnya, namun di poin kritis kami malah kurang sabar,” ujar Edsel, dikutip dari laman resmi PBSI.

Ia menjelaskan, pasangan China mampu membaca kelebihan dan kekurangan mereka. Lawan juga dinilai tidak memberikan banyak kesempatan untuk memainkan pola tanpa lob sehingga Edsel/Atre harus mengubah strategi untuk membongkar pertahanan lawan sebelum terlibat dalam adu reli.

“Lawan sudah tahu kelebihan dan kekurangan kami. Tadi mereka tidak mau mengajak bermain no lob, jadi merubah pola main untuk ngebongkar dulu pertahanan baru mengadu bola,” katanya.

Dari sisi evaluasi permainan, Atresia Naufa Candani menilai ketenangan menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki. Ia mengakui permainan yang terlalu terburu-buru membuat mereka belum mampu memaksimalkan peluang, terutama ketika pertandingan memasuki fase penting.

READ  Pemkab Bogor Raih SIPP Awards 2025 Kategori Inisiatif

“Untuk kendala tadi kalau dari saya harus lebih tenang lagi karena tadi mainnya buru-buru,” tutur Atresia.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPutri Kusuma Wardani Kembali Terhenti di Tangan Wang Zhi Yi
Artikulli tjetërWakil Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Amarullah Surbakti Kecam Dugaan Pencambukan di Kantor KPPG