Beranda Daerah DKP Kabupaten Bogor Kembangkan Taman B2SA di Bomang, Bidik Ketahanan Pangan dan...

DKP Kabupaten Bogor Kembangkan Taman B2SA di Bomang, Bidik Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Publikbicara.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor mengembangkan Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Zona 19 kawasan Bomang sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga melalui budidaya pangan dan pemasaran hasil panen.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan di kawasan Bomang. Inisiatif yang digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto itu mengintegrasikan kegiatan pertanian, edukasi pangan, penyediaan bibit, serta pengembangan sumber pangan hewani.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Andri Hadian, mengatakan Taman B2SA dikelola bersama gabungan kelompok pengelola Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang produktif yang tidak hanya mendukung penyediaan pangan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya tanaman dan pola konsumsi sehat.

“Di Zona 19 kami membuat Taman B2SA yang dilengkapi saung edukasi, saung bibit, kandang ayam, dan penanaman benih sayuran. Pengelolaannya dilakukan bersama gabungan kelompok Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede,” kata Andri.

Saat ini, kegiatan budidaya meliputi penanaman bayam, kangkung, dan jagung. Sejumlah komoditas lain, seperti tomat, terong, cabai rawit, pepaya, dan sawi, juga masuk dalam dukungan sarana serta bahan budidaya yang disiapkan DKP Kabupaten Bogor.

Selain tanaman pangan, keberadaan kandang ayam menjadi bagian dari upaya mengembangkan sumber pangan yang lebih beragam, termasuk potensi penyediaan protein hewani.

Pengembangan kawasan ini turut ditunjang pembangunan empat saung yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Fasilitas tersebut mencakup saung edukasi, saung bibit, dan saung pasar sayuran, dengan fasilitas lainnya menjadi bagian dari pengembangan kawasan.

READ  Malam Anugerah Pajak 2025: Penghargaan, Reformasi Perizinan, dan Komitmen Investasi Berkelanjutan

Saung edukasi dirancang sebagai ruang pembelajaran budidaya dan konsumsi pangan sehat. Sementara itu, saung bibit akan mendukung kegiatan pembibitan serta penyediaan benih tanaman bagi kelompok pengelola.

Adapun saung pasar sayuran diproyeksikan menjadi sarana pemasaran hasil budidaya. Melalui fasilitas tersebut, kelompok pengelola diharapkan dapat menjual hasil panen secara langsung sehingga kegiatan pertanian memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menambah pendapatan masyarakat.

Untuk mendukung kegiatan di lapangan, DKP Kabupaten Bogor menyiapkan berbagai kebutuhan budidaya. Bantuan tersebut meliputi benih tanaman, pestisida organik, polibag berbagai ukuran, cangkul, dolomit, selang, emrat, pupuk kandang, garpu, paranet, handsprayer, serta kandang ayam.

Program ketahanan pangan di kawasan Bomang juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjadi proyek percontohan binaan DKP Kabupaten Bogor. Kelompok tersebut telah mengadakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkolaborasi dengan kader ketahanan pangan.

Keterlibatan berbagai unsur itu diharapkan memperkuat hubungan antara produksi pangan, pemanfaatan hasil panen, dan pemenuhan kebutuhan pangan bergizi masyarakat.

Menurut Andri, pengembangan Taman B2SA tidak berhenti pada pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun kegiatan produktif yang dapat dikelola bersama masyarakat, mulai dari budidaya hingga pemasaran komoditas pangan.

Keberlanjutan program akan bergantung pada perawatan tanaman, peningkatan keterampilan kelompok pengelola, serta kemampuan mengembangkan pemasaran hasil panen.

Melalui pengembangan Taman B2SA di Zona 19 Bomang, Pemkab Bogor berharap pemanfaatan lahan dapat mendukung kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi di tingkat lokal. Kawasan tersebut juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan edukasi gizi, pertanian produktif, dan penguatan ekonomi kerakyatan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakTak Sekadar Mengajak, PK KNPI Jasinga Siapkan Lokasi Percontohan Pengelolaan Sampah
Artikulli tjetërFORBASI Kabupaten Bogor Bidik Prestasi di Kejurda Jawa Barat, Disiplin Jadi Bekal Utama