Beranda Nasional Apresiasi Prestasi Asian Games 2026, PBSI Gelontorkan Rp4,85 Miliar untuk Atlet dan...

Apresiasi Prestasi Asian Games 2026, PBSI Gelontorkan Rp4,85 Miliar untuk Atlet dan Tim Pendukung

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memberikan apresiasi kepada tim Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang sukses memboyong dua medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu. Foto: PBSI.

Publikbicara.com – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengucurkan bonus total Rp4,85 miliar sebagai apresiasi atas keberhasilan tim bulutangkis Indonesia meraih enam medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Namun, di balik perayaan prestasi tersebut, PBSI menegaskan bahwa pekerjaan besar menuju Olimpiade Los Angeles 2028 masih menanti.

Apresiasi itu diberikan dalam acara Syukuran Prestasi Bulutangkis Indonesia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Kontingen bulutangkis Indonesia membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari ajang tersebut. Bonus terbesar masing-masing Rp2 miliar diberikan kepada tim beregu putra dan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang sama-sama menyumbangkan medali emas.

Sementara itu, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sebagai peraih medali perak menerima bonus Rp500 juta. Nominal yang sama diberikan kepada tim beregu putri yang menyumbangkan perunggu.

Adapun pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan tunggal putra Alwi Farhan, yang masing-masing meraih medali perunggu, memperoleh bonus Rp250 juta.

PBSI juga memberikan apresiasi kepada pelatih, kepala bidang pembinaan dan prestasi, manajer tim, serta seluruh ofisial dengan besaran bonus bervariasi antara Rp10 juta hingga Rp50 juta.

Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran menegaskan bahwa keberhasilan atlet di arena pertandingan tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak yang bekerja di balik layar. Menurut dia, perayaan prestasi Asian Games tidak semestinya hanya berpusat pada jumlah medali, tetapi juga pada kerja kolektif yang memungkinkan kemenangan diraih.

“Hari ini kita berkumpul dengan satu perasaan yang sama, bersyukur dari Nagoya anak-anak kita membawa pulang dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu untuk Indonesia. Tetapi hari ini saya tidak ingin kita bicara tentang enam medali, saya ingin kita berbicara tentang orang-orang di balik medali itu,” ujar Fadil dikutip dari laman resmi PBSI.

Ia menyebut dukungan pelatih teknik dan fisik, tim performa, ahli gizi, tenaga medis, psikolog, masseur, fisioterapis, hingga analis video sebagai bagian penting dalam perjalanan atlet menuju podium. Dukungan staf administrasi dan karyawan Pelatnas juga dinilainya berperan besar dalam menjaga kebutuhan atlet selama menjalani pembinaan.

READ  Alwi Farhan Tembus Semifinal Singapore Open 2026, Catat Sejarah Baru di Level Super 750

Fadil menambahkan, keberhasilan di Asian Games menjadi bukti awal bahwa transformasi bulutangkis Indonesia mulai menunjukkan hasil. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat organisasi terlena.

Menurut dia, transformasi perlu terus berjalan, mencakup sistem pembinaan, tata kelola organisasi, inovasi, serta kolaborasi dengan seluruh ekosistem bulutangkis nasional.

“Mulai terlihat bukan berarti selesai. Jangan karena hari ini kita diberikan kemenangan, kemudian kita merasa semua sudah baik. Justru kemenangan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar. Masih ada pekerjaan rumah mengenai konsistensi,” katanya.

Fadil menegaskan, sasaran jangka panjang PBSI adalah Olimpiade Los Angeles 2028. Target tersebut, kata dia, telah dirumuskan sejak Musyawarah Nasional PBSI 2024, dengan ambisi meloloskan wakil Indonesia dalam kuota penuh di seluruh sektor dan merebut medali emas.

“Perjalanan kita masih panjang, Asian Games bukan tujuan akhir. Di depan kita ada berbagai kejuaraan penting dan pada akhirnya ada satu tujuan besar yang sejak awal sudah kita siapkan, Olimpiade Los Angeles 2028,” ucapnya.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat turut mengapresiasi perjuangan para atlet. Ia menilai prestasi olahraga bukan sekadar pencapaian individu, melainkan kebanggaan bersama yang mampu menyatukan masyarakat Indonesia.

Taufik mengatakan, perjalanan menuju kemenangan menuntut latihan panjang, pengorbanan, serta kesiapan menghadapi tekanan dan kekalahan. Pengalaman para atlet diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan mengikuti jejak mereka dalam membela Merah Putih.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat pembinaan olahraga, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi, penyediaan fasilitas, hingga penerapan ilmu pengetahuan olahraga atau sport science.

READ  Doa Bersama Jadi Awal BTP 878 Galuh Pakuan Masuk Program Pembangunan di Bogor Barat

Selain bonus uang, para anggota tim bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026 juga menerima apresiasi produk jam tangan dari perusahaan Regan Harney dalam acara syukuran tersebut.

Bagi PBSI, keberhasilan di Nagoya menjadi modal penting untuk menatap agenda berikutnya. Tantangan selanjutnya bukan hanya mempertahankan prestasi, melainkan memastikan konsistensi pembinaan dan kesiapan atlet agar target emas Olimpiade Los Angeles 2028 dapat diperjuangkan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakOnne Setiawan Usung “Solid, Kuat, Militan” untuk Perubahan GM FKPPI Kabupaten Bogor
Artikulli tjetërPemkot Bogor dan Pemprov Jabar Sinkronkan Layanan Publik, dari Kesehatan hingga Transportasi