Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di acara Peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia, Jumat (18/9/2026). Foto: Humas Polri.
Publikbicara.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) tidak hanya digunakan untuk kepentingan internal organisasi, tetapi menjadi ruang bersama bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus menghadiri Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia, Jumat (18/9/2026).
Menurut Kapolri, keberadaan pesanggrahan harus memiliki fungsi yang lebih luas. Selain menjadi tempat latihan pencak silat, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran, diskusi, pelestarian seni budaya, serta tempat masyarakat mempererat silaturahmi.
“Pesanggrahan ini tidak hanya untuk PTBI sendiri, tetapi juga semua peguron boleh untuk menggunakan tempat ini dan masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk berbagai macam kearifan lokal dan seni budaya yang ada,” ujar Listyo Sigit dikutip dari laman Humas Polri, Minggu (20/9).
Ia menjelaskan, istilah pesanggrahan memiliki makna sebagai tempat untuk belajar dan berkumpul. Karena itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi ruang interaksi antarpesilat sekaligus tempat mencari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Namanya pesanggrahan itu tempat belajar, tempat diskusi, tempat kita ngariung untuk bersama-sama menyelesaikan suatu persoalan,” katanya.
Kapolri juga meminta para pimpinan peguron menjaga kekompakan dan soliditas. Persatuan antarpaguron dinilai penting agar pencak silat Tjimande dan berbagai kesenian tradisional Banten dapat terus dilestarikan dan dikembangkan.
Selain pelestarian budaya, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui kegiatan pencak silat. Para pesilat diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga menjunjung keberanian, membela kebenaran, melindungi masyarakat yang membutuhkan, dan memiliki kepedulian sosial.
Nilai-nilai tersebut, kata Kapolri, dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia pun mengajak para jawara serta perguruan silat di Banten untuk terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga situasi kamtibmas.
Kapolri selanjutnya mendorong agar konsep pembinaan seperti Pesanggrahan Tjimande dapat dikembangkan di daerah lain. Ia berharap tempat pembinaan serupa bisa hadir di setiap kabupaten sehingga aktivitas latihan, diskusi, pelestarian budaya, dan penguatan persaudaraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dengan fungsi yang terbuka bagi berbagai kelompok, Pesanggrahan Tjimande diharapkan tidak sekadar menjadi tempat latihan silat, tetapi berkembang menjadi ruang bersama untuk merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













