Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengirim tujuh relawan kemanusiaan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Tim tersebut dijadwalkan bertolak pada Jumat (4/9/2026) dan akan menjalankan misi kemanusiaan selama sekitar lima hari.
Ketua Tim Relawan NTT, Didi Kurnia, mengatakan tim akan memprioritaskan penanganan di sejumlah wilayah yang berdasarkan hasil koordinasi membutuhkan dukungan, terutama Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
“Untuk sementara, fokus kami di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur. Pelaksanaannya tentu bisa berkembang sesuai dengan kondisi yang kita lihat langsung di lapangan,” kata Didi.
Tujuh anggota tim tersebut berasal dari sejumlah unsur. BPBD Kabupaten Bogor mengirim dua personel, PMI dua personel, Dinas Kesehatan dua tenaga medis, serta satu orang dari unsur media.
Setibanya di NTT, tim tidak langsung mendistribusikan bantuan. Mereka terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk memastikan kebutuhan yang harus diprioritaskan.
Koordinator Lapangan Tim Relawan NTT, Andi, mengatakan pola tersebut dilakukan agar bantuan yang dibelanjakan dari anggaran yang telah disiapkan Pemkab Bogor benar-benar sesuai dengan kondisi pengungsi.
“Setelah itu, kami akan membelanjakan anggaran yang sudah disetorkan Pemkab Bogor untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan di pengungsian,” ujar Andi.
Menurut dia, kebutuhan yang paling mendesak dan persediaannya mulai menipis akan menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan. Dengan begitu, bantuan yang diberikan diharapkan tidak tumpang tindih dengan bantuan dari pihak lain.
“Kami benar-benar fokus pada barang yang sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat di sana. Harapannya bantuan yang diberikan tepat sasaran,” katanya.
Selain logistik, tim membawa tenaga medis yang akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di lokasi pengungsian. Pemeriksaan kesehatan akan menjadi salah satu agenda utama, khususnya bagi warga terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Tim juga menyiapkan dukungan pemulihan psikologis bagi anak-anak melalui kegiatan trauma healing. Sejumlah perlengkapan pendukung, termasuk boneka, turut dibawa untuk menunjang kegiatan tersebut.
Didi mengatakan bantuan dari Pemkab Bogor juga memungkinkan diarahkan untuk mendukung pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana. Namun, bantuan tersebut akan diberikan berdasarkan hasil asesmen langsung di lapangan.
“Apabila di lapangan diperlukan bantuan untuk revitalisasi infrastruktur seperti masjid maupun sekolah, bantuan akan diarahkan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan di lapangan tersebut,” jelasnya.
Selama berada di NTT, tim juga akan mengunjungi Posko Jawa Barat yang dikelola BPBD Jawa Barat. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan warga terdampak sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan efektif.
Pemkab Bogor berharap keberangkatan tim tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Pengiriman relawan sekaligus menjadi bentuk solidaritas Kabupaten Bogor kepada masyarakat NTT. Melalui asesmen langsung dan koordinasi lintas daerah, bantuan diharapkan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga menjawab kebutuhan paling mendesak di lokasi pengungsian.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












