Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat infrastruktur sektor eternakan dengan menghadirkan Pasar Hewan Bogor di Kecamatan Jonggol. Fasilitas tersebut diresmikan sebagai upaya membuka akses perdagangan yang lebih tertata sekaligus mendukung peningkatan produktivitas peternak.
Pembangunan pasar hewan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) Kabupaten Bogor menempatkan pasar ini sebagai salah satu sarana strategis untuk mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dalam satu kawasan perdagangan.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Nurhayati, mengatakan keberadaan Pasar Hewan Jonggol diharapkan mampu memangkas berbagai kendala dalam aktivitas perdagangan ternak, terutama terkait akses pasar dan efisiensi tata niaga.
“Pasar Hewan Bogor ini dibangun untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi tata niaga, dan akses pasar bagi para peternak serta pelaku usaha peternakan,” kata Nurhayati.
Pasar tersebut tidak hanya menyediakan area transaksi. Sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan, mulai dari ruang transaksi, kandang ternak, ruang pemeriksaan kesehatan hewan hingga hotel hewan yang dapat digunakan sebagai tempat penitipan ternak.
Dari sisi kapasitas, Pasar Hewan Jonggol mampu menampung sekitar 500 hingga 700 ekor sapi dan kerbau. Sementara untuk kambing dan domba, kapasitasnya mencapai sekitar 200 hingga 250 ekor.
Aktivitas perdagangan berlangsung dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Saat ini, sekitar 70 pedagang telah menjalankan aktivitas perdagangan di lokasi tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Bogor, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya.
Nurhayati menyebut fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan menjadi salah satu unsur penting dalam pengelolaan pasar. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan ternak yang diperjualbelikan memenuhi aspek kesehatan serta mendorong perdagangan yang lebih tertib.
“Selain menjadi tempat transaksi, pasar ini juga memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan. Ini penting untuk mendukung perdagangan ternak yang lebih tertib, aman, dan memenuhi aspek kesehatan hewan,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Hewan Bogor di Kecamatan Jonggol merupakan tindak lanjut Keputusan Bupati Bogor tentang Strategi Penetapan Pekerjaan Kabupaten Bogor Tahun 2026.
Pemkab Bogor berharap keberadaan pasar tersebut tidak berhenti sebagai tempat transaksi. Infrastruktur ini ditargetkan menjadi salah satu simpul perdagangan ternak yang mampu memperkuat rantai tata niaga sekaligus meningkatkan daya saing komoditas peternakan daerah.
“Harapannya, pasar ini dapat menjadi salah satu simpul perdagangan ternak di Kabupaten Bogor yang mampu mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dengan sistem perdagangan yang lebih baik,” tandas Nurhayati.
Dengan beroperasinya Pasar Hewan Jonggol, pemerintah daerah juga berharap aktivitas ekonomi di sektor peternakan semakin berkembang dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha peternakan di Kabupaten Bogor.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













