Beranda Daerah Kabut Asap Karhutla Ancam 3 Juta Warga, Menkes Ingatkan Bahaya PM2,5

Kabut Asap Karhutla Ancam 3 Juta Warga, Menkes Ingatkan Bahaya PM2,5

Foto: Kemenkes.

Publikbicara.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terdampak langsung paparan kabut asap hingga 21 Agustus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara mulai memburuk. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah awal yang dianjurkan untuk mengurangi paparan asap.

Budi mengatakan salah satu ancaman terbesar dari asap karhutla berasal dari partikel halus PM2,5. Partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer tersebut dapat terhirup jauh ke dalam paru-paru dan memicu gangguan pernapasan.

“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” kata Budi dikutip dari laman Kemenkes, Minggu (23/8).

Paparan PM2,5 dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, batuk dan sesak napas hingga memperburuk penyakit paru yang sebelumnya sudah diderita.

Risiko tersebut menjadi lebih tinggi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

Data Kemenkes menunjukkan karhutla hingga 21 Agustus telah meluas ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Di tengah meluasnya dampak karhutla, pemerintah meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi langit sebagai indikator keamanan udara. Warga dianjurkan memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau layanan resmi sebelum memutuskan melakukan aktivitas di luar rumah.

READ  Setahun 516,83 Km Jalan di Kabupaten Bogor Dituntaskan

Jika kualitas udara memburuk, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.

Kemenkes juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Sesak napas, batuk yang menetap, nyeri dada maupun iritasi mata berat menjadi tanda yang perlu mendapatkan perhatian medis.

Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut dianjurkan segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dengan paparan asap yang telah menjangkau jutaan warga, kewaspadaan terhadap kualitas udara menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla, selain upaya penanganan kebakaran di lapangan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakKiper Persib Siap Tempur, Mario Jozic Pastikan Teja dan Fitrah dalam Kondisi Terbaik
Artikulli tjetërParung Panjang-Jasinga Jadi Rekomendasi Jalur Kereta Bogor Barat