Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benny saat meninjau pelaksanaan Desa Siaga TB dan CKG di Desa Sukaharja dan Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8). Foto: Kemenkes.
Publikbicara.com – Provinsi Banten mencatat capaian tinggi dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penemuan kasus Tuberkulosis (TB). Capaian tersebut membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjadikan Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, sebagai salah satu model percontohan nasional.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benny menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan Desa Siaga TB dan CKG di Desa Sukaharja serta Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan data Kemenkes per 19 Agustus 2026, sebanyak 5.934.010 warga Banten telah mengikuti CKG. Jumlah tersebut setara dengan 100,60 persen dari target yang ditetapkan dan menempatkan Banten di jajaran tiga besar provinsi dengan cakupan CKG tertinggi secara nasional.
Tak hanya CKG, capaian Banten dalam penanggulangan TB juga menjadi perhatian. Pada tahun sebelumnya, penemuan kasus TB di provinsi tersebut mencapai 112 persen dari estimasi beban kasus. Sementara tingkat keberhasilan pengobatan tercatat mencapai 91 persen.
“Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang telah menjalankan program ini dengan angka penemuan kasus yang terbaik dan tertinggi se-Indonesia. Kami datang untuk melihat langsung sehingga praktik baik ini dapat diterapkan di provinsi-provinsi lain,” kata Benny dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (22/8).
Menurut Benny, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari integrasi pelayanan kesehatan dan kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai sektor. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif ialah penggunaan X-ray atau rontgen portabel dalam pelaksanaan CKG.
Teknologi tersebut memungkinkan petugas mendeteksi lebih cepat gangguan pada paru, termasuk dugaan TB. Pemeriksaan juga dapat sekaligus diarahkan untuk menemukan faktor risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dapat langsung memperoleh penanganan awal dan obat sebelum melanjutkan pengobatan di puskesmas. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Kemenkes telah menyiapkan 16 unit X-ray melalui APBN 2026. Peralatan tersebut akan dialokasikan ke delapan kabupaten/kota di Banten yang memenuhi kriteria.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus memperkuat pelaksanaan CKG agar semakin banyak masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten mengikuti cek kesehatan gratis,” ujar Andra Soni.
Di Kabupaten Tangerang, capaian CKG telah menyentuh sekitar 1,52 juta orang dari total sasaran 1,6 juta jiwa. Pemerintah daerah menargetkan sisa sekitar 100 ribu warga dapat segera terlayani.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya akan menggunakan strategi jemput bola untuk mengejar target tersebut. Pemerintah daerah akan mendatangi kelompok masyarakat yang belum mengikuti CKG, termasuk balita, lansia, dan ibu hamil melalui posyandu di desa-desa.
“Sisa target sekitar 100 ribu warga akan kita selesaikan pada bulan September ini dengan turun langsung menyasar balita, lansia, hingga ibu hamil di posyandu desa-desa,” kata Maesyal.
Secara nasional, pemerintah menargetkan program CKG dapat menjangkau 130 juta jiwa sepanjang 2026. Hingga saat ini, sekitar 82 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
Kemenkes pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG di fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dini dinilai penting untuk menemukan risiko penyakit sekaligus mempercepat penanganan, termasuk dalam upaya memutus rantai penularan TB.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












