Publikbicara.com – Dua desa wisata di Kabupaten Bogor berhasil menembus jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.
Kedua destinasi tersebut yakni Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara. Keduanya lolos setelah bersaing dengan 44 desa dan kampung wisata dari berbagai daerah di Jawa Barat melalui tahapan seleksi portofolio digital.
Pengumuman Top 15 disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat pada 29 Juli 2026.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kemampuan pengelola desa wisata di Kabupaten Bogor dalam mengemas potensi lokal menjadi destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menawarkan pengalaman khas kepada wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) terus mendorong pengembangan desa wisata dengan memperkuat kapasitas pengelola, meningkatkan kualitas destinasi, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menilai keberhasilan Gunung Malang dan Tugu Utara menunjukkan bahwa desa wisata di Kabupaten Bogor memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi.
“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” kata Ria.
Menurut dia, kekuatan desa wisata tidak semata-mata bergantung pada keindahan alam. Pengelolaan potensi oleh masyarakat menjadi faktor penting agar kekayaan lokal dapat berkembang menjadi produk dan pengalaman wisata yang bernilai.
Karena itu, penguatan sumber daya pengelola, masyarakat, UMKM, hingga unsur pendukung pariwisata terus dilakukan agar perkembangan destinasi turut memberikan manfaat langsung kepada warga.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus, mengatakan Gunung Malang dan Tugu Utara memiliki keunggulan dalam penerapan standar pengelolaan pariwisata 5A, yakni Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Periklanan.
Standar tersebut kemudian dipadukan dengan konsep kearifan lokal Jawa Barat melalui pendekatan 5K, yaitu Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa.
“Perpaduan tersebut berhasil menghadirkan pengalaman wisata holistik. Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas, tetapi juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang dituangkan pada budaya Sunda,” ujar Yuliana.
Pengembangan model tersebut sekaligus memperkuat konsep pariwisata berbasis masyarakat. Aktivitas wisata diharapkan tidak berhenti pada kunjungan wisatawan, tetapi mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, mulai dari UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, jasa pariwisata hingga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari Top 15 SWJ ITDMA 2026, Gunung Malang dan Tugu Utara selanjutnya akan mengikuti coaching clinic yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemkab Bogor melalui Disparekraf juga menyiapkan pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kesiapan kedua desa menghadapi tahapan berikutnya.
Targetnya, dua desa wisata tersebut dapat melanjutkan kiprah hingga tingkat nasional melalui ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.
Keberhasilan Gunung Malang dan Tugu Utara sekaligus menjadi pemacu bagi desa wisata lainnya di Kabupaten Bogor untuk mengembangkan keunggulan masing-masing dengan mengandalkan potensi alam, budaya, kreativitas masyarakat, serta kearifan lokal.
Dengan pengelolaan yang semakin profesional, desa wisata diharapkan tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













