Beranda Ekonomi Setahun Bullion Bank Berjalan, Indonesia Bentuk IBMA Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Setahun Bullion Bank Berjalan, Indonesia Bentuk IBMA Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Publikbicara.com – Pemerintah terus memperkuat fondasi industri emas nasional. Setahun setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bullion Bank, Indonesia kini membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai wadah kolaborasi pelaku industri untuk menciptakan pasar bullion yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global.

Pembentukan IBMA menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat tata kelola industri emas nasional di tengah pertumbuhan layanan bullion yang terus menunjukkan tren positif.

Dalam satu tahun terakhir, Pegadaian tercatat mengelola sekitar 153 ton emas, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) mengelola sekitar 24 ton emas. Total pengelolaan sekitar 177 ton emas tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion sekaligus memperlihatkan besarnya potensi emas sebagai instrumen investasi dan penggerak ekonomi nasional.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan jajaran Pegadaian dan BSI pada Kamis (16/7). Pertemuan itu membahas perkembangan pembentukan IBMA beserta langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, standardisasi, dan sinergi antarpelaku industri emas.

“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar. Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

IBMA diproyeksikan menjadi forum yang menyatukan para pelaku industri bullion dalam menyusun standar, memperkuat kolaborasi, serta menciptakan ekosistem perdagangan emas yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI, pembentukan IBMA juga diharapkan mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di kawasan Asia Tenggara.

READ  Maung Bandung di Puncak, Persija dan Borneo Terus Mengintai

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun industri emas nasional yang modern, inklusif, dan mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPenyegaran Birokrasi, Bupati Bogor Rotasi dan Promosi 14 Pejabat
Artikulli tjetërPatroli Gabungan Tiga Hari di Pongkor, 20 Akses Tambang Ilegal Ditutup