Beranda Daerah Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Maksimal

Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Maksimal

Oplus_131072

Publikbicara.com – Pemerintah bergerak cepat menangani kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam (27/4). Presiden Prabowo Subianto turun langsung menjenguk korban pada Selasa (28/4) pagi di RSUD Kota Bekasi.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus menyampaikan duka cita kepada keluarga terdampak.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi, terutama pada perlintasan sebidang yang dinilai masih memiliki risiko tinggi.

Di sisi lain, Menhub Dudy memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak insiden terjadi.

Ia bersama tim teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia telah berada di lokasi sejak Senin malam hingga Selasa pagi untuk memimpin penanganan langsung di lapangan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia, dan berharap korban luka segera pulih. Ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi,” kata Dudy.

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan bermula saat KRL relasi Bekasi – Cikarang tertemper kendaraan di perlintasan sebidang JPL 85. Insiden tersebut menyebabkan rangkaian KRL harus dievakuasi dan dijalankan sebagai perjalanan luar biasa (PLB).

Dalam situasi tersebut, satu rangkaian KRL lainnya dihentikan di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta – Surabaya tidak sempat berhenti sempurna hingga akhirnya terlibat insiden dengan KRL yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terukur. Posko tanggap darurat telah didirikan di lokasi, sementara korban mendapatkan penanganan medis intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.

READ  Puluhan Ribu Pekerja Rentan dan Marbot di Bogor Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu, pemerintah juga mendukung penuh investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.

“Kami memberikan ruang kepada KNKT untuk melakukan investigasi independen agar hasilnya menjadi dasar evaluasi ke depan,” ujar Dudy.

Hingga saat ini, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Sementara itu, operasional KRL mengalami penyesuaian dan untuk sementara hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Bekasi.

Pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan terbaik serta hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku, sembari menegaskan komitmen memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakCuranmor Marak di Cigudeg, Motor Milik Warga Bangunjaya Hilang