Salah satu akses jembatan terputus di Kampung Nagreg, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga.
Publikbicara.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor Barat pada akhir April 2026 memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, permukiman warga, hingga fasilitas umum.
Sejumlah wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rumpin, Cigudeg, Jasinga, Parungpanjang, dan Lewiliang. Di beberapa desa seperti Rumpin, Gobang, Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Rengasjajar, Batujajar, Tegallega, hingga Pangaur dilaporkan terjadi kerusakan signifikan.
Luapan sungai yang dipicu intensitas hujan tinggi merendam permukiman, sementara kondisi tanah yang labil memicu longsor di berbagai titik. Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak, akses jalan terputus, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan ikut terdampak.
Aktivis sosial dari Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat, Bram Suryadi, mengatakan bencana terjadi di banyak titik saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Beberapa kecamatan di Bogor Barat dilanda luapan arus sungai saat hujan turun. Selain itu, longsor juga terjadi di sejumlah lokasi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Bram, penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada bantuan logistik. Ia menilai perbaikan rumah warga yang rusak harus menjadi perhatian utama pemerintah.
“Banyak rumah warga yang kini tidak layak huni. Ini perlu menjadi atensi dalam upaya pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk segera meninjau langsung lokasi terdampak guna mempercepat penanganan.
Hingga kini, warga di sejumlah titik masih berupaya bertahan di tengah keterbatasan, sembari menunggu bantuan dan langkah konkret dari pemerintah untuk pemulihan kondisi pascabencana.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













