Beranda Daerah Jembatan Gobang – Rabak Ambruk Usai Dihantam Banjir

Jembatan Gobang – Rabak Ambruk Usai Dihantam Banjir

Oplus_131072

Publikbicara.com – Jembatan penghubung Desa Gobang dan Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, ambruk setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir yang dipicu hujan deras dalam beberapa waktu terakhir.

Peristiwa ini berawal dari banjir yang terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Sungai Citempuhan meluap dan merendam permukiman warga, menyebabkan kerusakan rumah serta kerugian materiil.

Kepala Desa Gobang, Alawi, mengatakan sedikitnya satu rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu unit sepeda motor hanyut, serta uang dan perhiasan emas milik warga ikut terbawa arus. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Banjir juga berdampak pada fasilitas pendidikan. Sejumlah dokumen penting milik TK/PAUD dilaporkan rusak dan hilang akibat terendam air.

Kerusakan jembatan sebenarnya telah terjadi sejak banjir awal April. Bagian bawah struktur, termasuk tiang penyangga, dilaporkan tergerus arus hingga hilang.

“Kejadian awal sekitar dua minggu lalu. Saat itu jembatan belum ambruk total, tetapi tiang penyangga bawah sudah hilang terbawa arus,” ujar Alawi, Kamis (16/4).

Kondisi tersebut terus memburuk seiring intensitas hujan yang tinggi. Pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, jembatan akhirnya ambruk setelah tidak mampu menahan beban dan derasnya aliran sungai. Sebelum runtuh, sebagian badan jembatan bahkan sempat terendam air.

Pantauan di lokasi menunjukkan jembatan dengan panjang sekitar 32 meter dan lebar tiga meter itu kini tidak dapat digunakan sama sekali. Akses vital antar desa terputus, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki.

Pemerintah Desa Gobang telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penanganan lebih lanjut. Sejumlah pihak, termasuk anggota DPR RI, juga telah meninjau lokasi.

READ  Buka Puasa Bersama di Cileungsi, PDIP Bogor Pererat Silaturahmi hingga Akar Rumput

Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan darurat agar aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi logistik, dapat kembali berjalan.

Alawi menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan bencana alam yang sulit diprediksi.

“Tidak ada yang bisa menahan bencana alam ketika itu terjadi,” katanya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakKunjungan ke Moskow, Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Bilateral
Artikulli tjetërCibatok Kebanjiran, Warga Tuding Penyempitan Drainase Jadi Biang Masalah