Beranda Daerah Harga Plastik Melonjak Hingga 100 Persen, Dampak Konflik Iran-AS

Harga Plastik Melonjak Hingga 100 Persen, Dampak Konflik Iran-AS

Ilustrasi salah satu penjual perlengkapan pengepakan di Leuwisadeng Bogor. Foto: Toko Juragan Plastik.

Publikbicara.com – Harga berbagai jenis produk plastik di pasar tradisional mengalami kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku impor akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Kenaikan mulai terasa sejak pekan kedua Ramadan dan terus berlanjut hingga saat ini. Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan harga plastik naik secara bertahap setiap pekan.

“Setiap pekannya sejak pekan kedua puasa itu bervariasi, ada yang 500 perak, ada yang 700 perak dan melihat situasi hari ini memang hampir seluruh jenis plastik yang PE dan PP ini mengalami lonjakan mencapai 50 persen, bahkan ada yang 100 persen,” kata Reynaldi seperti dikutip dari IDN Times, Senin (6/4).

Menurutnya, hampir seluruh produk berbahan polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) terdampak.

Kedua jenis bahan ini merupakan komponen utama dalam pembuatan kantong plastik, kemasan makanan, hingga perlengkapan rumah tangga.

Di tingkat pasar, harga plastik kresek dilaporkan naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per pak. Sementara jenis plastik lainnya meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per pak.

Reynaldi menilai lonjakan harga ini tidak lepas dari tingginya ketergantungan industri dalam negeri terhadap bahan baku impor, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

Ia mengingatkan, jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor. “Tidak hanya pangan, tapi juga kosmetik hingga otomotif bisa terdampak karena semuanya menggunakan bahan plastik,” katanya.

IKAPPI pun mendorong pemerintah untuk segera mencari alternatif sumber impor bahan baku dari kawasan lain guna menekan lonjakan harga.

READ  Rute Penerbangan Terganggu, Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Bandara Transit

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kenaikan harga plastik berkaitan erat dengan terganggunya pasokan nafta, bahan dasar utama produksi plastik yang selama ini banyak diimpor dari Timur Tengah.

“Nafta ini salah satu bahan baku plastik, dan kita masih bergantung pada impor dari Timur Tengah. Konflik yang terjadi berdampak pada pasokannya,” ujar Budi.

Pemerintah, lanjutnya, tengah menjajaki sumber impor baru dari sejumlah negara di kawasan Afrika, India, dan Amerika untuk menjaga stabilitas pasokan. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDampak Ekonomi Global, Harga PS5 dan PS5 Pro Resmi Melonjak
Artikulli tjetërBali United Pesta Gol Usai Tekuk PSBS Biak