Beranda Daerah Pemkab Bogor Genjot Pusat Ekonomi Baru di Sukamakmur

Pemkab Bogor Genjot Pusat Ekonomi Baru di Sukamakmur

Oplus_131072

Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat pemerataan pembangunan wilayah dengan mengembangkan pusat ekonomi baru di kawasan Bogor Timur, khususnya di Kecamatan Sukamakmur.

Langkah ini diambil menyusul masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut. Data tahun 2025 menunjukkan Sukamakmur berada di peringkat ke-39 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, mencerminkan masih terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan tingkat daya beli.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menetapkan strategi pembangunan berbasis pusat pertumbuhan baru yang terintegrasi untuk menjawab persoalan tersebut. Fokus kebijakan meliputi penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, pengembangan kawasan ekonomi berbasis potensi lokal, serta peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat guna meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup warga.

“Pengembangan ini diharapkan menciptakan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bogor Timur,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.

Pemkab Bogor menilai kehadiran pusat ekonomi baru di Sukamakmur dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

Tak hanya itu, pengembangan kawasan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendorong pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Bogor Timur. Pemerintah daerah terus meningkatkan nilai skoring sebagai salah satu syarat pembentukan daerah otonomi baru melalui optimalisasi potensi wilayah dan penguatan aset daerah.(Red).

READ  Tanam Pinus dan Damar, Pemkab Bogor Targetkan Sukamakmur Kembali Hijau

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakAtasi Krisis Sampah, Presiden Prabowo Dorong Implementasi WTE Nasional
Artikulli tjetërPemerintah Genjot Hilirisasi Rp239 Triliun, Energi Alternatif Dipercepat