Beranda Ekonomi Lebih dari 500 Jam Offline, Pemadaman Internet Iran Picu Kekhawatiran Global

Lebih dari 500 Jam Offline, Pemadaman Internet Iran Picu Kekhawatiran Global

Papan iklan dengan gambar bendera Iran, di sebuah bangunan di Tehran, Iran pada 24 Januari 2026. (Gambar fail: REUTERS/Majid Asgaripour/West Asia News Agency).

Publikbicara.com – Pemadaman internet di Iran telah berlangsung selama 23 hari atau lebih dari 528 jam, menjadikannya sebagai gangguan jaringan terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

Kelompok pemantau internet global, NetBlocks, melaporkan bahwa sebagian besar warga Iran kini kehilangan akses penuh ke jaringan global. Kondisi ini menyebabkan keterisolasian komunikasi internasional serta terganggunya berbagai layanan digital.

Dalam laporan terbarunya, NetBlocks menyebut pemadaman ini berdampak luas terhadap penggunaan media sosial, layanan online, hingga aktivitas ekonomi berbasis digital.

“Gangguan ini merupakan shutdown internet terlama di Iran dan berdampak signifikan terhadap konektivitas masyarakat,” tulis NetBlocks.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan maupun kepastian waktu pemulihan jaringan secara penuh.

NetBlocks juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan. Melalui alat pemantau bernama COST, lembaga tersebut memperkirakan kerugian finansial akibat pemadaman ini terus meningkat seiring waktu.

Gangguan internet berkepanjangan diketahui dapat menekan produktivitas, menghambat layanan publik, serta melumpuhkan perdagangan digital. Sejumlah pengalaman di negara lain menunjukkan kerugian akibat shutdown internet bisa mencapai jutaan dolar per hari.

Selain itu, pemadaman yang berlangsung lebih dari tiga pekan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas infrastruktur digital Iran. Akses yang terputus dari pasar global dinilai berpotensi melemahkan kepercayaan investor.

NetBlocks menekankan pentingnya pemantauan jaringan secara global untuk mengukur dampak kebijakan pemutusan internet. Data tersebut dinilai krusial bagi pembuat kebijakan dalam memahami risiko gangguan konektivitas.

Hingga kini, Iran masih menghadapi tekanan besar akibat keterbatasan akses digital, sementara masyarakat dan pelaku usaha terus menunggu kepastian pemulihan jaringan.(Red).

READ  Lowongan Kerja Terbaru di PT Seantero Gumilang Lestari: Kesempatan Berkarier untuk Posisi Accounting, Follow Up/PPIC, dan Teknik Industri

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakSungai Meluap, Banjir Kepung Sejumlah Wilayah Jakarta Timur
Artikulli tjetërRemaja 16 Tahun Hanyut di Sungai Cileungsi, Ditemukan Meninggal