Beranda Daerah BNPB Catat Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominan

BNPB Catat Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominan

Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (16/3) pukul 21.00 WIB. Foto: BPBD Kabupaten Ngajuk.

Publikbicara.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Selasa (17/3/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor, masih mendominasi kejadian di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Sidoarjo, angin kencang menerjang sembilan desa di empat kecamatan pada Minggu (15/3) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah warga serta pohon tumbang di beberapa titik. Tim BPBD setempat telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan.

Masih di Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Mojokerto pada Minggu malam akibat hujan dengan intensitas tinggi. Ketinggian air mencapai 30 hingga 120 sentimeter dan merendam sejumlah desa di Kecamatan Puri, Mojoanyar, dan Mojosari.

Sebanyak 175 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa terdampak, dengan 12 orang sempat mengungsi sebelum akhirnya kembali ke rumah.

Selain itu, 125 unit rumah terendam, satu tanggul jebol sepanjang 15 meter, 32 hektare sawah terdampak, serta akses jalan desa ikut terendam. BPBD bersama tim gabungan melakukan evakuasi, distribusi logistik, hingga pengoperasian pompa air.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Nganjuk pada Senin (16/3) malam. Sekitar 300 kepala keluarga terdampak setelah hujan lebat menggenangi permukiman di Kecamatan Sukomoro. Sebanyak 150 rumah terendam dan satu tanggul dilaporkan jebol.

Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Semarang pada Minggu sore, berdampak pada rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah di Kecamatan Pabelan. BPBD setempat telah melakukan penanganan terhadap bangunan yang terdampak.

Di luar Pulau Jawa, bencana longsor terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya pada Senin (16/3). Peristiwa ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka di Desa Djalamanu, Kecamatan Wewena Utara. BPBD setempat telah melakukan asesmen serta koordinasi penanganan.

READ  Sopir Calya Viral Jadi Tersangka, Polisi Temukan Sajam dan Dugaan Plat Palsu

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan lebat berkepanjangan dan angin kencang. Masyarakat juga diminta menghindari area rawan seperti pohon besar dan segera melakukan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit air.

Selain itu, BNPB menekankan pentingnya respons dini melalui sistem peringatan dan komunikasi di tingkat lokal, termasuk pemanfaatan grup komunikasi masyarakat dan perangkat radio oleh BPBD hingga aparat desa.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakWasit Indonesia Tembus Panel VAR AFC, Thoriq dan Naufal Cetak Sejarah
Artikulli tjetërMudik Naik Motor? Ini Tips Jaga Kulit Tetap Sehat dari Debu dan Matahari