Jeni Abdulrokhim memilih cara berbeda untuk pulang kampung dengan mengayuh sepeda.
Publikbicara.com – Cerita pemudik tangguh datang dari Jeni Abdulrokhim, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang memilih cara berbeda untuk pulang kampung pada momen Lebaran tahun ini.
Ia memutuskan menempuh perjalanan ratusan kilometer menuju Purbalingga, Jawa Tengah, dengan mengayuh sepeda.
Jeni memulai perjalanan mudiknya dari Kota Rangkasbitung pada Sabtu, 14 Maret 2026. Baginya, mudik menggunakan sepeda memberikan pengalaman tersendiri yang tidak bisa didapatkan jika menggunakan kendaraan bermotor.
“Dari Rangkas ke Purbalingga. Alasannya karena bersepeda itu ada kenikmatan tersendiri.
Kebetulan tahun kemarin saya juga mudik dengan sepeda,” kata Jeni, dikutip dari RADARBANTEN.CO.ID, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, perjalanan mudik dengan sepeda membuat dirinya bisa menikmati setiap momen di perjalanan dengan cara yang berbeda, termasuk merasakan suasana jalanan selama bulan Ramadan.
“Jadi bisa menikmati jalanan dengan sepeda, apalagi saat puasa. Itu kan pengalaman yang berbeda,” ujarnya.
Jeni menilai setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menjalani tradisi mudik. Bagi dirinya, perjalanan panjang dengan sepeda juga menjadi kesempatan untuk menikmati perjalanan sekaligus mempererat silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.
“Ya istilahnya tidak seperti kegiatan yang bisa kita lakukan setiap hari. Selain itu juga bisa menjalin silaturahmi dengan keluarga,” tuturnya.
Ia memperkirakan perjalanan dari Rangkasbitung menuju kampung halamannya di Purbalingga akan memakan waktu sekitar empat hari.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












