Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat menghadiri upacara perayaan HUT Kostrad ke-65 yang digelar di Lapangan Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). Foto via Legion News.
Publikbicara.com – Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa status siaga 1 yang diberlakukan kepada sejumlah prajurit merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin. Status tersebut terutama diterapkan pada satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).
Pernyataan itu disampaikan Agus usai menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Selasa (10/3/2026) malam.
Menurut Agus, setiap komando daerah militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiagakan untuk menghadapi potensi bencana alam di wilayah masing-masing
“Di satuan-satuan PRCPB, tiap Kodam ada satu batalion yang disiagakan. Apalagi kalau di wilayahnya ada potensi bencana alam,” kata Agus seperti dikutip dari Antara.
Ia menegaskan bahwa pemberlakuan siaga 1 merupakan prosedur standar yang bertujuan memastikan kesiapan personel serta perlengkapan militer.
“Kita menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi ini hal yang biasa,” ujarnya.
Agus juga menepis anggapan bahwa status siaga tersebut berkaitan dengan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, siaga 1 dalam konteks tersebut hanya bagian dari rutinitas latihan kesiapan pasukan.
Selain itu, Panglima TNI turut menjelaskan mengenai konvoi kendaraan taktis yang sempat terlihat melintas di kawasan Monumen Nasional.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi untuk menguji kecepatan mobilisasi pasukan dalam situasi darurat.
Menurut Agus, simulasi seperti itu penting dilakukan secara berkala agar TNI dapat merespons berbagai situasi dengan cepat, termasuk dalam penanganan bencana alam maupun keadaan darurat lainnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













