Beranda Daerah Keanekaragaman Hayati Bertambah, Peneliti BRIN Publikasikan Spesies Keong Baru

Keanekaragaman Hayati Bertambah, Peneliti BRIN Publikasikan Spesies Keong Baru

Chamalycaeus dayangmerindu Foto: Latifah Nurul Aulia, Ayu Savitri Nurinsiyah, Nova Mujiono, Barna Páll-Gergely, Reni Ambarwati/ZooKeys.

Publikbucara.com – Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap spesies baru keong darat yang diberi nama Chamalycaeus dayangmerindu, yang ditemukan di kawasan karst Padang Bindu, Sumatra Selatan.

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian panjang sejak 2021 dan dipublikasikan pada 2026.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Ayu Savitri Nurinsiyah menjelaskan bahwa proses identifikasi spesies baru membutuhkan tahapan ilmiah yang panjang dan ketat sebelum akhirnya diakui secara resmi.

“Proses menemukan, mendeskripsi, hingga mempublikasikan spesies baru bukan perjalanan singkat. Sebuah spesies harus melalui telaah morfologi, anatomi atau genetika, dibandingkan dengan spesies yang sudah dikenal, lalu melalui penelaahan para ahli dunia sebelum dipublikasikan,” ujar Ayu dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Pengambilan sampel spesimen dilakukan pada 2021 dalam kegiatan ekspedisi karakterisasi kawasan ekosistem esensial karst di Sumatra.

Setelah itu, tim peneliti melakukan telaah taksonomi melalui pengamatan morfologi cangkang serta perbandingan dengan koleksi ilmiah hingga 2025.

Hasil penelitian tersebut akhirnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional ZooKeys pada 2026 dengan judul Operculate land snails (Gastropoda, Caenogastropoda, Cyclophoroidea) from Padang Bindu Karst, South Sumatra, Indonesia with the description of a new species, Chamalycaeus dayangmerindu.

Ayu menjelaskan, hingga kini spesies keong tersebut hanya ditemukan di kawasan karst Padang Bindu. Kondisi tersebut membuat spesies ini tergolong rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama akibat alih fungsi lahan maupun degradasi habitat.

Menurutnya, dokumentasi dan publikasi spesies baru menjadi langkah awal yang penting dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati.

Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya dan Széchenyi István University di Hungaria.

READ  KPK Serahkan Aset Rampasan Rp89 Miliar ke Kemenkeu: Komitmen Memulihkan Keuangan Negara dan Memberantas Korupsi

Salah satu penulis dalam penelitian tersebut adalah Latifah Nurul Aulia, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang melakukan riset di BRIN sejak mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ia kemudian melanjutkan penelitian melalui program Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA) BRIN hingga tahap penyelesaian tugas akhir.

Ayu berharap temuan ini dapat mendorong lebih banyak generasi muda tertarik menekuni bidang taksonomi dan biosistematika, khususnya pada kelompok moluska darat yang masih minim peneliti.

Tim peneliti juga berharap penemuan spesies baru tersebut dapat memperkuat upaya eksplorasi biodiversitas Indonesia sekaligus menjadi dasar penting dalam pendataan dan pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBantar Gebang Kembali Makan Korban, Menteri LH Berikan Tanggapan