Lahan Tertimbun Sampah 5 Tahun, Warga Blokade Truk di TPAS Galuga
Publikbicara.com – Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terganggu setelah puluhan warga pemilik lahan menggelar aksi blokade truk sampah, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Warga menghadang truk-truk yang hendak memasuki area pembuangan sebagai bentuk protes atas belum direalisasikannya pembayaran pembebasan lahan yang diklaim telah tertimbun sampah selama lima tahun terakhir.
Koordinator perwakilan pemilik lahan Desa Galuga dan Dukuh, Oji Pauji, menegaskan aksi tersebut dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dengan pemerintah belum membuahkan hasil.
“Lahan masyarakat sudah lima tahun tertimbun sampah. Kami sudah berkali-kali datang ke DLH kota dan kabupaten, bahkan bertemu bupati. Tapi belum ada realisasi pembayaran. Karena itu kami sampaikan surat pemberitahuan aksi ke Polres,” ujar Oji di lokasi.
Menurutnya, terdapat 28 pemilik lahan dari wilayah Dukuh yang terdampak langsung. Warga, kata dia, akan terus melakukan aksi hingga ada kejelasan pembayaran.
Persoalan semakin rumit karena muncul perbedaan informasi terkait jadwal pencairan dana. Oji menyebut Bupati sempat menyampaikan pembayaran akan dilakukan pada Maret 2026. Namun dalam pertemuan di Desa Galuga, perwakilan pemerintah menyatakan realisasi baru bisa dilakukan pada Oktober.
“Ini yang membuat kesimpangsiuran antara pernyataan bupati dan staf pemerintahan, khususnya DLH Kabupaten Bogor,” katanya.
Aksi blokade tersebut memicu ketegangan dengan para pemulung yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas truk sampah. Sejumlah pemulung sempat menghadang warga karena khawatir kehilangan mata pencaharian.
Perwakilan pemulung, Deka Candra, mengaku memahami tuntutan pemilik lahan, namun meminta agar akses truk tidak ditutup.
“Kami mendukung perjuangan hak pemilik lahan, tapi jangan sampai ada penutupan. Dari truk sampah itu bagi kami seperti satu butir beras,” ujarnya.
Situasi sempat memanas sebelum aparat gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP melakukan pengamanan di lokasi. Untuk mengurai potensi bentrokan, akses jalan menuju lokasi pembuangan dialihkan sementara ke wilayah Kantor Desa Galuga.
Kapolsek Cibungbulang, Kompol Iwan Wahyudi, mengatakan pengamanan dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami lakukan pengamanan agar situasi tetap kondusif,” ujarnya singkat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













