Beranda Daerah Ramadan Ubah Wajah Jembatan Lukut, Antusiasme Warga Picu Gagasan Alun-Alun Kecamatan

Ramadan Ubah Wajah Jembatan Lukut, Antusiasme Warga Picu Gagasan Alun-Alun Kecamatan

Publikbicara.com – Suasana sore di Jembatan Lukut, yang berada di Desa Parakanmuncang berbatasan dengan Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berubah drastis setiap Ramadan. Menjelang azan magrib, kawasan di atas aliran Sungai Cikaniki itu dipadati warga yang ngabuburit sambil menanti waktu berbuka puasa.

Kerumunan warga tak hanya memenuhi sisi jembatan, tetapi juga bahu jalan di sekitarnya.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat akibat tingginya aktivitas pejalan kaki dan pengunjung yang memadati area tersebut.

Selain menjadi tempat berkumpul, kawasan ini juga menjelma pasar dadakan. Pedagang musiman berjejer menjajakan aneka takjil dan makanan berbuka, menciptakan denyut ekonomi baru yang hanya muncul saat Ramadan.

“Kalau Ramadan hampir tiap sore pasti ramai. Banyak yang datang cuma buat lihat sungai sama nunggu magrib bareng teman-teman,” ujar Pardi, warga sekitar, Senin (23/2/2026).

Hal senada disampaikan Siti (34). Ia mengaku menikmati suasana kebersamaan yang tercipta, namun menilai perlu ada penataan agar tidak mengganggu akses jalan.

“Seru sih, jadi ada hiburan gratis. Tapi kadang macet juga, apalagi kalau sudah mendekati waktu buka,” katanya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, mendorong pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, seperti alun-alun kecamatan.

Menurutnya, keberadaan alun-alun bukan sekadar simbol atau monumen, melainkan ruang interaksi sosial yang terencana dan tertata.

“Alun-alun bisa jadi ikon kecamatan, tapi juga harus dilengkapi taman rekreasi untuk anak-anak dan masyarakat umum,” ujarnya.

Hamdan menambahkan, ruang terbuka tersebut berpotensi menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, sekaligus ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Dengan fasilitas yang memadai, aktivitas warga tidak lagi terpusat di badan jalan atau jembatan yang memiliki fungsi utama sebagai akses transportasi.

READ  Mendagri dan Kepala BNN Bahas Penguatan Sinergi P4GN di Seluruh Daerah 

“Bisa jadi pusat kegiatan masyarakat, tempat budaya, sekaligus mengakomodir UMKM di Nanggung. Jadi bukan cuma ramai saat Ramadan saja, tapi bisa dimanfaatkan setiap waktu,” katanya.

Fenomena ramainya Jembatan Lukut selama Ramadan dinilai sebagai cerminan kebutuhan ruang publik di wilayah tersebut. Antusiasme warga menunjukkan adanya ruang sosial yang selama ini belum terfasilitasi secara optimal.

Hamdan berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan alun-alun sebagai pusat interaksi publik yang nyaman dan tertata, sehingga aktivitas sosial, budaya, maupun ekonomi masyarakat dapat berlangsung tanpa mengganggu akses jalan utama.

Ramadan tahun ini pun menjadi momentum refleksi: di balik kemacetan dan keramaian, tersimpan peluang besar bagi penataan kawasan dan pengembangan ruang publik yang berkelanjutan di Kecamatan Nanggung.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPresiden Prabowo Paparkan Arah Ekonomi RI, 12 CEO Dunia Siap Jajaki Kerja Sama
Artikulli tjetërBuka Puasa Bersama ICMI, Bupati Bogor Tekankan Peran Strategis Cendekiawan