Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan daerah dengan menjadikan gotong royong dan kebhinekaan sebagai fondasi utama.
Memasuki babak kepemimpinan baru tahun 2025, keduanya menilai tantangan pembangunan semakin kompleks, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun infrastruktur. Karena itu, pendekatan kolaboratif dinilai menjadi strategi paling efektif dalam menjaga stabilitas sekaligus mempercepat kemajuan daerah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, capaian pembangunan yang diraih saat ini tidak terlepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan hari ini bukan hasil kerja satu pihak. Ini buah dari kolaborasi, gotong royong, dan dukungan masyarakat, jajaran pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rudy.
Menurutnya, sejak awal Kabupaten Bogor tumbuh dari keberagaman yang saling menguatkan.
Perbedaan latar belakang, budaya, dan pandangan justru menjadi modal sosial yang memperkaya proses pembangunan.
Di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi, Pemkab Bogor melibatkan DPRD, TNI-Polri, dunia usaha, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut disebut sebagai roh utama pembangunan daerah.
Wakil Bupati Ade Ruhandi menambahkan, kebhinekaan tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai kekuatan yang memperkuat ketahanan sosial masyarakat Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan program kerja, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat serta rasa memiliki terhadap daerahnya.
Dengan fondasi gotong royong yang telah mengakar, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis mampu menghadapi tantangan pembangunan ke depan dan mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












