Beranda Daerah Tradisi Tak Lekang Waktu, Kolak Kembali Hadir di Meja Berbuka

Tradisi Tak Lekang Waktu, Kolak Kembali Hadir di Meja Berbuka

Ilustrasi kolak. Foto: Getty Images/Ika Rahma.

Publikbicara.com – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sajian kolak kembali menjadi menu andalan masyarakat saat berbuka puasa. Hidangan manis berbahan dasar santan dan gula merah ini dinilai mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Di berbagai daerah, kolak hadir dalam beragam variasi. Namun, kolak pisang ubi masih menjadi pilihan paling populer. Perpaduan pisang kepok atau pisang raja dengan ubi jalar yang direbus bersama gula merah dan santan menghasilkan rasa manis dan gurih yang khas.

Selain kolak pisang ubi, kolak biji salak juga banyak diminati. Menu ini dibuat dari ubi kukus yang dihaluskan dan dicampur tepung tapioka, kemudian dibentuk bulat-bulat kecil sebelum direbus dan disajikan dalam kuah gula merah serta santan.

Teksturnya yang kenyal membuatnya menjadi alternatif favorit saat berbuka.

Tak kalah digemari, kolak kolang-kaling pisang turut meramaikan meja takjil.

Kolang-kaling yang direbus bersama gula merah dan daun pandan memberikan sensasi segar sekaligus legit.

Sejumlah pedagang takjil mengaku permintaan bahan-bahan kolak seperti pisang, ubi, gula merah, dan santan cenderung meningkat menjelang dan selama Ramadhan.

Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner musiman.

Agar kuah santan tidak pecah saat dimasak, masyarakat diimbau menggunakan api kecil setelah santan dimasukkan serta mengaduk secara perlahan.

Teknik sederhana ini menjaga cita rasa dan tampilan kolak tetap menggugah selera.

Dengan cita rasa yang konsisten dari tahun ke tahun, kolak membuktikan diri sebagai hidangan tradisional yang tetap relevan dan dinanti setiap Ramadhan.(Red).

READ  Menteri ATR/BPN Minta Pemilik Sertipikat Lama Segera Mutakhirkan Data untuk Cegah Konflik Tanah

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMUI Ajak Imam Masjid Baca Qunut Nazilah untuk Palestina Selama Ramadhan
Artikulli tjetërSurat Edaran Terbaru, Pemda Wajib Dukung Gerakan Indonesia ASRI