Tangkap layar sidang isbat diawali dengan Seminar Posisi Hilal. Dok: YouTube Bimas Islam TV.
Publikbicara.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar tiba di Hotel Borobudur Jakarta, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026) sore, menjelang pelaksanaan Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Keduanya terpantau memasuki Ruang Flores sekitar pukul 16.40 WIB. Berdasarkan informasi dari Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia, sidang isbat diawali dengan Seminar Posisi Hilal pada pukul 16.30 WIB yang terbuka untuk umum dan disiarkan melalui kanal YouTube serta media sosial Bimas Islam.
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, H. Cecep Nurwendaya, menjadi narasumber dalam seminar tersebut.
Agenda kedua adalah Sidang Isbat yang digelar pukul 18.30 WIB secara tertutup dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama.
Adapun hasil penetapan awal Ramadan akan diumumkan dalam konferensi pers sekitar pukul 19.05 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Kemenag.
Hilal Masih di Bawah Ufuk
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa secara hisab, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.
Ia menjelaskan, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik.
Sudut elongasi tercatat berkisar 0 derajat 56 menit 23 detik sampai 1 derajat 53 menit 36 detik.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang berlaku, termasuk standar MABIMS.
Rukyat di 96 Titik
Untuk mengonfirmasi perhitungan hisab, Kemenag melaksanakan rukyatul hilal di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pemantauan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait.
“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama dalam sidang isbat. Keputusan akhir akan disampaikan kepada masyarakat sebagai pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” ujar Abu Rokhmad.
Sidang isbat ini menjadi forum resmi pemerintah yang mempertemukan metode hisab dan rukyat dalam penetapan awal bulan Hijriah, dengan melibatkan unsur pemerintah, ulama, dan organisasi kemasyarakatan Islam agar keputusan dapat diikuti secara serentak di seluruh Indonesia.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












